HOME  ⁄  Hiburan

Scarlett Johansson Ungkap Tekanan Berat Jadi Aktris Muda di Awal 2000-an Hollywood

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Scarlett Johansson Ungkap Tekanan Berat Jadi Aktris Muda di Awal 2000-an Hollywood
Foto: (Sumber : Tampilan Scarlett Johansson saat berperan sebagai Natasha Romanoff alias Black Widow di Marvel Cinematic Universe. ANTARA/Instagram Black Widow/pri.)

Pantau - Aktris Scarlett Johansson mengungkap tekanan besar yang ia alami saat memulai karier di Hollywood pada awal 2000-an, terutama terkait tuntutan penampilan dan keterbatasan peran bagi perempuan muda.

Tekanan Penampilan dan Minimnya Peran

Johansson menyebut era tersebut sebagai masa yang sulit bagi aktris muda karena adanya standar sosial yang kuat untuk menilai perempuan dari penampilan.

"Itu sulit. Banyak tekanan terkait penampilan perempuan. Peran atau peluang yang ditawarkan bagi perempuan seusia saya saat itu jauh lebih terbatas dibandingkan sekarang," ungkap Johansson kepada CBS Sunday Morning.

Ia menambahkan bahwa pada masa itu aktris muda kerap terjebak dalam stereotip karakter yang sama.

"Anda akan sangat mudah terjebak dalam satu tipe peran dan terus ditawari hal yang sama. Biasanya hanya jadi perempuan lain, selingan, atau sosok seksi. Itu adalah pola karakter yang dominan saat saya seusia itu," ujarnya.

Mencari Jalan Keluar dari Stereotip

Johansson mengatakan ia menemukan alternatif melalui dunia teater di New York untuk keluar dari pelabelan tersebut.

Ia juga belajar untuk lebih selektif dalam memilih peran dan tidak terburu-buru menerima semua tawaran.

"Itu sesuatu yang saya pelajari seiring waktu, tapi memang sulit. Begitu mulai bekerja, merasa setiap pekerjaan bisa jadi yang terakhir, sehingga ketika ada kesempatan, merasa harus mengambilnya," katanya.

Menurutnya, tekanan untuk tetap relevan juga dirasakan oleh semua aktor karena industri film sangat kompetitif.

"Dan ketika Anda sudah mendapat sorotan, Anda ingin tetap mempertahankannya. Itu naluri, terutama bagi aktor muda, bahkan semua aktor," ujar Johansson.

Sebagai informasi, Johansson mulai dikenal luas sejak usia 17 tahun lewat film “Lost in Translation” pada 2003 dan kemudian membintangi sejumlah film besar seperti “Match Point”, “The Prestige”, hingga “Iron Man 2”.

Penulis :
Ahmad Yusuf