
Pantau - Rapper asal Amerika Serikat Kanye West yang kini dikenal sebagai Ye dikabarkan terancam dilarang tampil di Prancis menjelang konser yang dijadwalkan berlangsung pada Juni di Marseille.
Otoritas Prancis tengah mempertimbangkan langkah hukum menyusul rekam jejak pernyataan kontroversial Ye yang dinilai mengandung unsur antisemitisme.
Pemerintah Prancis Kaji Larangan Konser
Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez dilaporkan sedang menjajaki opsi untuk melarang konser Ye secara resmi dengan berkoordinasi bersama otoritas setempat.
Wali Kota Marseille Benoit Payan menyatakan penolakannya terhadap kehadiran Ye melalui media sosial.
“Saya menolak menjadikan Marseille sebagai panggung bagi mereka yang menyebarkan kebencian dan Nazisme tanpa penyesalan. Kanye West tidak diterima di Stade Vélodrome, tempat yang menjadi simbol kebersamaan seluruh warga Marseille,” tulisnya.
Otoritas setempat hanya dapat melarang konser dalam kondisi tertentu apabila terdapat risiko pelanggaran hukum atau ancaman terhadap ketertiban umum.
Rekam Jejak Kontroversi Jadi Sorotan
Nuñez juga telah menggelar pertemuan dengan prefek wilayah Provence-Alpes-Côte d’Azur Jacques Witkowski serta Payan untuk membahas langkah hukum yang memungkinkan pembatalan konser tersebut.
Sebelumnya, pemerintah Inggris telah lebih dulu melarang Ye masuk ke negara tersebut terkait penampilannya di Wireless Festival London.
“Antisemitisme dalam bentuk apa pun sangat tidak dapat diterima dan harus dilawan dengan tegas di mana pun muncul. Semua pihak bertanggung jawab memastikan Inggris menjadi tempat yang aman bagi komunitas Yahudi,” tutur Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Ye sebelumnya menuai kecaman luas akibat sejumlah tindakan kontroversial, termasuk lagu berjudul “Heil Hitler”, penjualan atribut bergambar swastika, hingga pernyataan publik yang menyangkal Holocaust.
Meski sempat menyatakan terbuka untuk berdialog dengan komunitas Yahudi di Inggris, rencana penampilannya di festival tersebut akhirnya dibatalkan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








