
Pantau - Ilustrator dan seniman yang terlibat dalam pembuatan instalasi untuk film Ghost in the Cell berharap karya seni rupa dapat hadir lebih luas dalam industri film Indonesia.
Harapan tersebut disampaikan dalam pameran “Macabre Art Installation: Ghost in the Cell” di Jakarta Selatan.
Pembuat instalasi “Human Stove” Rudy Ao mengatakan penggunaan karya seni rupa dalam film membuka ruang baru bagi para perupa untuk menampilkan karya visual mereka.
Rudy Ao dikenal sebagai seniman konsep visual yang pernah bekerja untuk DC Comics.
Ia menyebut proyek “Macabre Art Installation: Ghost in the Cell” menjadi pengalaman pertamanya membuat karya instalasi untuk film.
Rudy dipercaya mengerjakan instalasi “Human Stove” berdasarkan konsep visual dari sutradara dan penulis skenario film Joko Anwar.
“Bang Joko tuh cari talent, cari seniman-senimannya di IG, tapi orang-orang tunjuk saya, akhirnya Bang Jokan kontak saya,” kata Rudy.
Seniman Akui Tertantang dengan Konsep Visual Film
Rudy mengaku sempat terkejut saat pertama mendengar konsep visual yang diinginkan karena menurutnya konsep tersebut sadis dan kasar.
“Tapi, aku senang-senang aja bisa mengeksplorasi karena jadi tantangan tersendiri,” ujar Rudy.
Ia berharap penggunaan karya instalasi dalam film dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap karya seni rupa.
Ilustrator Nilai Kolaborasi Seni dan Film Sangat Menjanjikan
Ilustrator “Corrupted Lady Justice” Anwita Citriya menilai penggabungan karya seni visual dengan film merupakan langkah yang menjanjikan.
“Kayaknya potensinya banyak banget sih. Ini promising stuff,” kata Anwita.
Anwita merupakan ilustrator komik yang mulai aktif secara profesional sejak 2021.
Dalam proses pembuatan karya visual untuk film Ghost in the Cell, para ilustrator diberi kebebasan mengembangkan konsep visual berdasarkan skrip dan karakter film.
“Kita dikasih skrip sama karakternya seperti apa. Tapi untuk interpretasi gimana versi corrupted-nya Lady Justice ini kita mikir sendiri,” ujar Anwita.
- Penulis :
- Gerry Eka





