
Pantau - Aktris peraih Oscar Tilda Swinton menilai sinema masih memiliki kekuatan besar untuk menghadapi ancaman kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) selama para pembuat film tetap menghadirkan karya yang kreatif dan tidak mengikuti formula yang mudah ditebak.
Dalam sesi masterclass di Festival Film Cannes, Prancis, Swinton mengatakan AI hanya menjadi ancaman bagi industri film yang menghasilkan tontonan monoton dan berulang.
“Saya percaya selama apa yang kita hasilkan tidak mengikuti formula dan dalam beberapa hal membosankan bagi penonton, AI tidak punya peluang,” kata Swinton seperti dikutip Variety, Kamis (21/5).
Aktris asal Inggris tersebut menegaskan sinema harus menghadirkan pengalaman yang penuh kejutan dan petualangan agar tetap memiliki nilai yang tidak bisa digantikan teknologi.
“Yang perlu kita lakukan adalah apa yang hanya dapat dilakukan manusia: membuat pengalaman yang berantakan dan penuh petualangan sehingga penonton tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya dan menikmati pengalaman itu,” ungkapnya.
AI Dinilai Tak Bisa Gantikan Kreativitas Manusia
Pemeran film “Michael Clayton” dan “Chronicles of Narnia” itu juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas cerita di tengah perubahan industri hiburan.
Menurut Swinton, tantangan utama industri film bukan sekadar persaingan antara layanan streaming dan bioskop, melainkan munculnya film-film dengan pola cerita yang terasa sama bagi penonton.
“Itulah yang harus kita waspadai,” ujarnya.
Swinton mengatakan sinema telah berkali-kali menghadapi perubahan besar sejak kemunculan televisi, video, hingga platform streaming, namun industri film tetap mampu bertahan.
Industri Film Diyakini Bisa Lewati Era AI
Swinton optimistis industri perfilman akan mampu melewati perkembangan AI selama masih dipimpin insan kreatif yang berani mengambil risiko dalam berkarya.
“Ini adalah bisnis manusia. Manusia yang membuat sinema, bukan?” katanya.
Pernyataan Swinton muncul di tengah meningkatnya penggunaan teknologi AI dalam industri hiburan global, termasuk dalam proses penulisan naskah, visual efek, hingga produksi film.
- Penulis :
- Aditya Yohan





