HOME  ⁄  Hiburan

Monster Pabrik Rambut Siap Tayang di Indonesia Setelah Mencuri Perhatian di Festival Film Dunia

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Monster Pabrik Rambut Siap Tayang di Indonesia Setelah Mencuri Perhatian di Festival Film Dunia
Foto: Produser film "Monster Pabrik Rambut" Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy bersama sutradara Edwin dan penulis skenario Eka Kurniawan serta jajaran pemeran film tersebut saat konferensi pers di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin 1/6/2026 (sumber: ANTARA/Abdu Faisal)

Pantau - Rumah produksi Palari Films bertekad memenuhi ekspektasi tinggi penonton terhadap film horor-fantasi Monster Pabrik Rambut setelah karya tersebut menarik perhatian luas melalui sejumlah festival film bergengsi dunia dan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026.

Sebelum tayang di Indonesia, film yang memiliki judul internasional Sleep No More itu telah diputar dalam Berlin International Film Festival pada Februari 2026 serta tampil di Brussels Fantastic Film Festival dan Hong Kong International Film Festival pada April 2026.

Film karya sutradara Edwin dengan naskah yang ditulis Eka Kurniawan itu mengangkat isu kelelahan kerja atau overwork yang dipilih sebagai tema universal agar relevan bagi penonton dari berbagai negara dan budaya.

Pasar Film Indonesia Semakin Beragam

Produser film Muhammad Zaidy menilai pertumbuhan industri film nasional pascapandemi mendorong kebutuhan akan variasi genre dan peningkatan kualitas produksi.

"Data pangsa pasar film Indonesia pascapandemi mengalami peningkatan hingga mencapai 65 persen. Tren tersebut mencerminkan pola konsumsi konten yang lebih luas, di mana penonton sudah tidak lagi terpaku pada satu jenis genre tertentu", ungkap Zaidy.

Menurut Zaidy, industri film nasional saat ini menunjukkan tingkat diversifikasi konten yang tinggi sehingga film-film Indonesia dituntut menghadirkan genre yang lebih beragam.

Ia menambahkan bahwa kualitas produksi harus menjadi prioritas untuk memenuhi ekspektasi penonton yang semakin kritis.

Produser Meiske Taurisia menjelaskan bahwa pemilihan genre horor merupakan strategi untuk menghadirkan alternatif tontonan bagi masyarakat Indonesia.

Menurut Meiske, film lokal perlu membuktikan daya saingnya di tingkat internasional sebelum berhasil merebut pasar dalam negeri.

"Kuncinya adalah kolaborasi lintas negara untuk memastikan standar kualitas teknis dapat disejajarkan dengan film luar negeri", ujar Meiske.

Kolaborasi Internasional dan Respons Positif Penonton

Produksi Monster Pabrik Rambut melibatkan kolaborasi internasional dalam berbagai aspek teknis, mulai dari sinematografer asal Jepang, editor dari Singapura, hingga proses penyuntingan gambar yang dilakukan di Prancis.

Distribusi internasional film tersebut dipercayakan kepada Showbox yang sebelumnya dikenal sebagai distributor film Exhuma.

Film ini juga dijadwalkan mengikuti kompetisi kategori Shaping Noir dalam Fantasia International Film Festival di Montreal pada Juli 2026.

Salah satu pemeran film, Aryani Willems, turut menghadiri pemutaran film di Berlinale dan menyaksikan langsung respons positif penonton internasional terhadap karya tersebut.

Aryani yang merupakan diaspora Indonesia dan telah tinggal di Jerman selama 36 tahun memerankan karakter pegawai pabrik rambut senior bernama Sri dalam film tersebut.

"Orang Jerman kaget karena di Jerman jarang sekali film horor. Mereka pikir horor hanya akan tentang setan. Mereka senang sekali, ternyata dalam horor bisa ditemukan banyak pesan positif", kata Aryani.

Kehadiran Monster Pabrik Rambut di berbagai festival internasional menunjukkan upaya Palari Films untuk membangun reputasi global sekaligus memperluas pasar bagi perfilman Indonesia melalui kualitas cerita, tema universal, dan kolaborasi produksi lintas negara.

Penulis :
Leon Weldrick