HOME  ⁄  Hiburan

Jepang Siapkan Bantuan untuk Indonesia dan Vietnam Berantas Pembajakan Manga, Anime, dan Gim

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Jepang Siapkan Bantuan untuk Indonesia dan Vietnam Berantas Pembajakan Manga, Anime, dan Gim
Foto: Pengunjung membaca komik Si Juki x Black Jack: Operasi di Kyokarta saat peluncuran di Gramedia Jalma, Blok M, Jakarta, Jumat (19/9/2025).

Pantau - Jepang berencana membantu 10 negara berkembang, termasuk Indonesia dan Vietnam, untuk memberantas pembajakan manga, anime, dan gim melalui penguatan regulasi hak cipta serta pelatihan guna mencegah distribusi produk palsu.

Kementerian Luar Negeri Jepang akan mendukung penyusunan dan penguatan undang-undang hak cipta di negara-negara sasaran sebagai bagian dari program tersebut.

Berdasarkan data pemerintah Jepang, kerugian akibat pengunggahan ilegal manga dan anime serta penjualan daring barang karakter palsu pada tahun lalu diperkirakan mencapai 10,4 triliun yen atau sekitar Rp1.159 triliun.

Selain Indonesia dan Vietnam, Jepang akan memilih negara sasaran lainnya secara bertahap dari kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika.

JICA Mulai Penilaian pada Agustus 2026

Bantuan yang disiapkan Jepang meliputi pengiriman ahli hukum, peningkatan kesadaran masyarakat mengenai hak cipta, serta pelatihan bagi pegawai perusahaan lokal di Jepang.

Badan Kerja Sama Internasional Jepang (Japan International Cooperation Agency/JICA) dijadwalkan mulai melakukan penilaian kebutuhan di negara-negara sasaran pada Agustus 2026.

Penyaluran bantuan secara penuh ditargetkan dimulai pada April 2027.

Seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan, "Bantuan ini juga akan membantu melindungi hak-hak ketika negara-negara berkembang membuat konten populer (mereka sendiri)."

Dukung Perlindungan Hak Cipta dan Industri Kreatif

Pemerintah Jepang menargetkan penjualan industri konten Jepang di luar negeri mencapai 20 triliun yen pada 2033.

Jepang juga sedang mempertimbangkan menggandakan dukungan tahunan untuk industri konten menjadi sekitar 100 miliar yen dari sekitar 55 miliar yen saat ini.

Rencana peningkatan anggaran tersebut akan dimasukkan dalam permintaan anggaran tahun fiskal 2027 yang disusun pada musim panas ini.

Menurut pejabat pemerintah Jepang, Vietnam telah mengonfirmasi keberadaan beberapa situs manga bajakan.

Pada Mei 2026, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi saat bertemu Perdana Menteri Vietnam Le Minh Hung menyerukan langkah-langkah yang efektif untuk menindak operator situs ilegal tersebut.

Program bantuan ini bertujuan memperkuat perlindungan hak cipta sekaligus mendukung perkembangan industri kreatif di negara-negara berkembang.

Penulis :
Gerry Eka