
Pantau - Proyek film panjang bergenre supernatural horor "Slaughterground (Hujan Kematian)" karya sutradara Sidharta Tata berhasil meraih tiga penghargaan industri dalam Network of Asian Fantastic Films (NAFF) 2026, project market resmi Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) di Korea Selatan.
Borong Tiga Penghargaan Industri
"Slaughterground (Hujan Kematian)" menjadi proyek dengan raihan penghargaan terbanyak setelah menjalani 27 pertemuan bisnis dengan berbagai calon mitra selama rangkaian NAFF Project Market.
Tiga penghargaan yang diraih meliputi Abnormal Studios VFX Award, Mocha Chai Laboratories Post Production Award, dan Hive Filmworks Inc. Cash Award.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap potensi kreatif proyek sekaligus mendukung pengembangannya melalui fasilitas visual effects, post-production, dan pendanaan untuk tahap produksi berikutnya.
Proyek ini diproduseri Ajish Dibyo dan Pramudya Andika dengan Annisa Adjam sebagai co-producer sekaligus pendiri Aftersun Creative yang berasosiasi bersama Nuon Film, Kosmik, Kebon Studio, dan Spasi Moving Image.
Siap Perluas Kolaborasi Internasional
Film ini merupakan adaptasi komik populer "Locust" karya Iskandar Salim yang telah dibaca lebih dari satu juta pembaca.
Tim produser mengungkapkan, "Penghargaan ini menjadi dorongan besar bagi kami untuk terus mengembangkan film ini dengan standar kreatif dan produksi yang maksimal, sekaligus memperluas kolaborasi internasional agar kisah yang berakar dari Indonesia ini dapat menjangkau penonton di berbagai belahan dunia."
Pencapaian di NAFF 2026 menjadi langkah penting dalam perjalanan internasional "Slaughterground" yang kini membuka peluang kerja sama dengan investor lokal, sales agent internasional, serta mitra co-production internasional untuk memasuki tahap produksi.
Berlatar Indonesia pada 1966, "Slaughterground (Hujan Kematian)" mengisahkan seorang ibu dan anak tirinya yang terjebak di wilayah terkutuk, tempat setiap hujan selalu disertai kawanan belalang mematikan.
Mereka harus bertahan hidup dan menemukan jalan keluar sebelum hujan berikutnya kembali membawa maut.
- Penulis :
- Aditya Yohan





