HOME  ⁄  Hiburan

Idgitaf Ciptakan Lima Lagu Orisinal untuk Home Sweet Loan The Musical, Angkat Suara Pekerja Kota dan Sandwich Generation

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Idgitaf Ciptakan Lima Lagu Orisinal untuk Home Sweet Loan The Musical, Angkat Suara Pekerja Kota dan Sandwich Generation
Foto: Penyanyi dan penulis lagu Idgitaf bersama penulis novel asli "Home Sweet Loan" Almira Bastari saat konferensi pers peluncuran poster dan video musik "Cukup Nggak Cukup" untuk mempromosikan pementasan teater "Home Sweet Loan The Musical" di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Kamis 6/8/2026 (sumber: ANTARA/Abdu Faisal)

Pantau - Penyanyi sekaligus penulis lagu Idgitaf mengonfirmasi keterlibatannya sebagai penggubah lima lagu orisinal untuk pementasan Home Sweet Loan The Musical yang akan dipentaskan pada 30 September hingga 18 Oktober 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, dengan pengumuman disampaikan dalam konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya (GIK), Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Lima lagu yang disiapkan Idgitaf berjudul Beli Sekarang, Riuh Jakarta, Satu Nafas Lagi, Amarah Seperti Apa, dan Zona Aman.

Kelima lagu tersebut diciptakan untuk menggambarkan lika-liku perasaan tokoh utama Kaluna dengan gaya penulisan yang lugas dan tidak berbelit-belit.

Idgitaf mengatakan karya-karya tersebut bertujuan menyuarakan keluh kesah para pekerja keras di perkotaan sekaligus generasi roti lapis (sandwich generation).

Proses Kreatif dan Pendekatan Penulisan Lagu

Idgitaf mengungkapkan bahwa awalnya ia tidak langsung diminta membuat lima lagu untuk proyek tersebut.

Ia menjelaskan proses kerja dimulai dengan membuat satu lagu terlebih dahulu sebagai percobaan.

"Coba aja dulu satu. Kalau kamu suka cara kerja aku, kita gas terus," ungkap Idgitaf.

Ia mengatakan pendekatan tersebut dipilih karena sebelumnya belum pernah bekerja sama dengan dua penulis perempuan yang terlibat dalam proyek tersebut.

"Soalnya kan aku vibe check itu belum pernah sama dua perempuan (tim penulis) ini," ujarnya.

Selama proses kreatif, Idgitaf mengaku tidak merasa terbebani meskipun harus menciptakan lagu berdasarkan naskah drama.

"Tapi sebenarnya kalau ditanya tantangannya apa, jujur aku enggak merasa begitu semenantang itu. Menurut aku enggak seberat itu. Kenapa? Karena aku mengerjakan karya yang bukan karyaku. Aku balik lagi, bukan cerita gue, ini cerita orang. Jadi gua hanya menyampaikan apa yang orang ini rasakan. Gua enggak sok-sokan leveling sama diri gue," katanya.

Idgitaf juga mengungkapkan dirinya lebih sering menentukan judul lagu terlebih dahulu sebelum menyusun musik karena menurutnya judul memberikan premis yang jelas mengenai isi lagu.

"Aku tipe penulis lirik yang sering kali judul dulu baru lagunya. Karena judul tuh kayak memberikan premis jelas ini tentang apa, gitu. Jadi beda banget sama kayak Kak Ivan (penata musik Ivan Tangkulung) yang biasanya nada dulu baru liriknya. Aku kayak lirik dulu, jadi mereka ngobrol, aku tulis semuanya," tuturnya.

Dari lima lagu tersebut, Idgitaf menyebut Amarah Seperti Apa sebagai salah satu karya andalannya.

Untuk penutup pertunjukan, ia menyiapkan lagu Satu Nafas Lagi yang awalnya dirancang dengan konsep megah sebelum akhirnya diubah menjadi lebih sederhana dan emosional setelah mendalami karakter Kaluna.

"Oke, gue mau bikin ini kayak grand, big banget, show banget," ungkapnya.

"Tapi aku balik lagi, maksudnya, kita nyari apa di Kaluna tuh? Apakah kita nyari kemewahan? Tidak, mending ke Grand Indonesia, gitu. Kita nyari di Kaluna tuh adalah sebuah relief, sebuah pengakuan, sebuah validasi. Jadi, kayak ya udah Satu Nafas Lagi, gitu. Kayaknya kita bisa bertahan mungkin satu nafas lagi," lanjutnya.

Kolaborasi Lintas Industri dan Inspirasi Cerita

Home Sweet Loan The Musical merupakan proyek kolaborasi lintas ekosistem kreatif yang mempertemukan industri perfilman, teater musikal, dan pengembangan seni pertunjukan melalui Visinema Pictures, Indonesia Kaya, dan Jakarta Art House.

Program Director Indonesia Kaya Billy Gamaliel mengatakan produksi tersebut juga menjadi wadah pembinaan talenta baru melalui program Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya (IMB).

"Ini juga menjadi project membanggakan karena banyak teman-teman dari alumni programnya Indonesia Kaya, Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya, yang terlibat di tim. Di tim kreator sudah ada sutradaranya Lisa Reideka dari IMB Angkatan Ketiga," kata Billy.

"Selain itu koreografernya sudah malang melintang di West End kembali ke West Mall, Indonesia, kembali ke Galeri Indonesia Kaya, ada El Haq Latief yang sudah berkarier di London West End, IMB angkatan pertama, dan juga banyak teman-teman yang terlibat dari IMB satu, dua, dan tiga yang terlibat jadi pemain juga," lanjutnya.

Sementara itu, penulis novel Home Sweet Loan, Almira Bastari, mengungkapkan ide cerita bermula dari pengalamannya saat bekerja sebagai analis finansial yang setiap pagi membaca Bloomberg dan Wall Street Journal.

"Sebagai financial analyst, setiap pagi itu harus baca Bloomberg dan Wall Street Journal. Terus hari itu ada artikel anak muda di Hong Kong tuh harus nyicil apartemen studio 25 tahun gitu. Dan saya rasa isu ini ternyata enggak cuma di kita aja nih orang-orang anak muda tuh susah beli rumah, di negara-negara lain pun di seluruh dunia juga ada kesulitan itu," ungkap Almira.

Ia menambahkan pengalaman hidup bersama keluarga saat pandemi juga menjadi inspirasi dalam penulisan novel tersebut.

"Kan kita pandemi gitu ya, jadi kakak-kakak saya yang udah nikah tuh balik ke rumah. Jadi pas balik ke rumah ini, kok jadi saya semua nih yang ngerjain? Jadi sebenarnya lumayan, 'Oh, begini rasanya.' Nah habis itu pingin nulis cerita ini. 'Home Sweet Loan' mungkin adalah cerita pertama saya yang dramanya itu lebih berat, tapi ternyata bisa menemukan lapisan pembaca baru," katanya.

Produksi Home Sweet Loan The Musical dijadwalkan berlangsung pada 30 September hingga 18 Oktober 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Penulis :
Shila Glorya