HOME  ⁄  Hiburan

DJI dan Isabelle Huppert Hadirkan Film Puitis FAMILIARITÉ yang Direkam Sepenuhnya dengan Osmo Pocket 4P

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

DJI dan Isabelle Huppert Hadirkan Film Puitis FAMILIARITÉ yang Direkam Sepenuhnya dengan Osmo Pocket 4P
Foto: FAMILIARITÉ | Isabelle Huppert × DJI Osmo Pocket 4P

Pantau - DJI meluncurkan film pendek orisinal FAMILIARITÉ yang dibintangi sekaligus dirancang secara kreatif oleh aktris peraih penghargaan Cannes, Isabelle Huppert, dengan seluruh proses pengambilan gambar menggunakan kamera Osmo Pocket 4P.

Film pendek tersebut memadukan sinema dan sastra melalui kisah dua perempuan lintas zaman dan budaya, sekaligus memperlihatkan penggunaan kamera berukuran ringkas untuk menghasilkan visual sinematik.

FAMILIARITÉ mengangkat tema sastra, memori, ekspresi perempuan, dan kebebasan dengan menghadirkan hubungan simbolis antara penulis Prancis George Sand dan penyair Dinasti Song, Li Qingzhao.

Isabelle Huppert Terlibat dalam Konsep Visual

Kolaborasi tersebut mempertemukan pengalaman artistik Huppert dengan teknologi pencitraan DJI dalam menghasilkan karya yang menitikberatkan ekspresi dan bahasa visual.

Huppert yang telah tampil dalam lebih dari 120 film turut terlibat di balik kamera dalam menentukan tampilan serta bahasa visual FAMILIARITÉ.

Ukuran Osmo Pocket 4P yang ringkas digunakan untuk memberikan keleluasaan kepada pemeran dan kru ketika merekam sejumlah adegan di ruang terbatas.

"Untuk pertama kalinya, saya menggunakan kamera sekecil ini—dan jujur, rasanya luar biasa," ujar Huppert.

"Kamera ini nyaris tidak terasa saat digunakan, tapi hasil gambarnya sangat tajam dan presisi. Yang paling penting, kamera ini benar-benar bisa menangkap emosi di wajah dengan sangat baik, termasuk momen-momen kecil yang terjadi di antara saya dan lawan main saya," ujar Huppert.

FAMILIARITÉ tidak dibangun dengan alur cerita konvensional, melainkan menggunakan puisi sebagai penghubung percakapan simbolis antara perempuan dari dua zaman berbeda.

George Sand yang hidup pada 1804-1876 dikenal menggunakan nama laki-laki dalam karya tulisnya di tengah kondisi sosial Prancis abad ke-19.

Sementara itu, Li Qingzhao yang hidup pada 1084 hingga sekitar 1155 menghadapi pergolakan pada masa Dinasti Song melalui karya-karya puisinya.

Puisi George Sand berjudul “À Aurore” digunakan sebagai salah satu benang penghubung dalam film yang kemudian mempertemukan Huppert dengan seorang gadis muda asal Tiongkok melalui interaksi tanpa kata.

Osmo Pocket 4P Digunakan untuk Adegan Sinematik

Proses produksi memanfaatkan ukuran ringkas Osmo Pocket 4P untuk mengambil gambar di sejumlah ruang yang sulit dijangkau perangkat sinema berukuran besar.

Salah satu adegan direkam ketika Huppert bersama lawan mainnya berada di sebuah perahu dayung kecil yang bergerak melintasi kolam di taman tradisional Tiongkok.

Kamera tersebut dapat ditempatkan di dalam perahu sehingga kru tetap dapat mengambil gambar dari jarak dekat tanpa membutuhkan perangkat produksi berukuran besar.

Sebagian besar film menggunakan teknik moving shots dan direkam secara handheld dengan memanfaatkan sistem stabilisasi mekanis 3-axis.

Osmo Pocket 4P juga menggunakan D-Log2 dan dynamic range 17 stop untuk menangani kondisi pencahayaan dengan kontras tinggi di lokasi pengambilan gambar.

Tim produksi turut menggunakan lensa telefoto 60mm untuk menangkap ekspresi wajah Huppert, sedangkan perspektif 15mm dan 20mm dimanfaatkan untuk memperlihatkan karakter dalam ruang yang lebih luas.

FAMILIARITÉ Diluncurkan untuk Penonton Global

DJI menyatakan karya tersebut menjadi bagian dari upayanya menghadirkan perangkat pencitraan yang dapat digunakan kreator untuk menghasilkan cerita dengan pendekatan sinematik.

FAMILIARITÉ telah diluncurkan melalui kanal resmi DJI bersama materi di balik layar dan konten lain yang mengulas proses kreatif Huppert serta penggunaan Osmo Pocket 4P.

Film tersebut sekaligus menjadi kolaborasi antara teknologi kamera dan seni pertunjukan dengan mengangkat ekspresi perempuan melalui sastra, puisi, serta bahasa visual lintas budaya.

Penulis :
Gerry Eka