HOME  ⁄  Hiburan

Produser Indonesia Meiske Taurisia Jadi Juri Tokyo Gap Financing Market 2026, Pantau Tren Film dan Peluang Produksi Internasi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Produser Indonesia Meiske Taurisia Jadi Juri Tokyo Gap Financing Market 2026, Pantau Tren Film dan Peluang Produksi Internasi
Foto: (Sumber :Sutradara Ariani Darmawan dan produser Meiske Taurisia usai diskusi film "Desember Jani" (Jani Be Good) di Tokyo International Film Festival 2026, Kamis (29/10). ANTARA/Nanien Yuniar..)

Pantau - Produser Palari Films, Meiske Taurisia, dipercaya menjadi salah satu juri Tokyo Gap Financing Market (TGFM) 2026 di Jepang sekaligus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memantau perkembangan industri perfilman dunia dan peluang kerja sama produksi lintas negara.

Ajang TGFM berlangsung pada 28–30 Oktober 2026 bersamaan dengan Tokyo International Film Festival Content Market (TIFFCOM) 2026.

Meiske mengatakan keterlibatannya sebagai juri memberikan kesempatan untuk mengamati berbagai proyek film dari sejumlah negara, termasuk perkembangan gagasan dan tren produksi yang sedang berlangsung.

"Ada proyek-proyek yang bagus-bagus tentunya dan saya bisa melihat juga di negara-negara lain apa yang lagi direkam oleh teman-teman filmmaker," kata Meiske kepada ANTARA di Tokyo, Jumat (30/10/2026).

Meiske Taurisia Menilai Sekitar 20 Proyek Film Internasional

Sebagai salah satu juri TGFM 2026, Meiske terlibat dalam penilaian sejumlah proyek film yang berada pada berbagai tahap produksi.

Proyek yang dinilai mencakup film dalam tahap pengembangan, praproduksi, hingga pascaproduksi.

"Kemarin kayaknya kita ngejuri 20 proyek, proyek-proyek ini variatif dari mulai yang in development, pre-production, atau post-production," ungkap Meiske.

Keberagaman proyek tersebut memberikan gambaran mengenai perkembangan produksi film dari berbagai negara.

Selain menilai karya, Meiske juga berkesempatan menjalin hubungan profesional dengan produser dan pelaku industri perfilman internasional.

Produser Indonesia Soroti Peluang Kerja Sama Film Antarnegara

Meiske menilai keterlibatan berbagai negara dalam TGFM menunjukkan berkembangnya minat terhadap skema produksi bersama atau co-production.

Ia mencermati kehadiran proyek dari negara-negara seperti Nepal dan Kazakhstan yang mulai berupaya terlibat dalam kerja sama produksi internasional.

"Kita lihat ada proyek-proyek yang misalnya ada grup dari Nepal dan Kazakhstan. Ya mungkin ini mereka belum punya co-production fund, tapi minimal kita bisa melihat ada negara-negara yang lebih sulit dari Indonesia, namun juga mulai mau terlibat dalam co-production," papar dia.

Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi bahan pengamatan penting bagi industri perfilman Indonesia.

Meiske berharap sineas dan rumah produksi Indonesia dapat semakin aktif mengikuti skema produksi bersama antarnegara, baik melalui pendanaan maupun dukungan fasilitas produksi.

Kerja sama tersebut dinilai dapat membuka kesempatan bagi proyek film Indonesia untuk menjangkau mitra industri dari berbagai wilayah.

Tokyo Gap Financing Market Bantu Proyek Film Mendapat Pendanaan

Tokyo Gap Financing Market merupakan pasar proyek film internasional yang bertujuan membantu produser dan sutradara menutup kekurangan anggaran produksi.

Melalui kegiatan tersebut, pembuat film dipertemukan dengan calon mitra dari industri perfilman, termasuk investor, distributor, stasiun televisi, dan platform layanan tayangan daring.

Proyek yang mengikuti TGFM harus telah memperoleh pendanaan sekurang-kurangnya 60 persen dari total anggaran produksi.

Selain itu, proyek yang didaftarkan harus berasal dari Asia atau merupakan produksi internasional yang memiliki keterkaitan dengan kawasan Asia.

TGFM juga menyediakan penghargaan utama senilai dua juta yen bagi proyek film terpilih yang dinilai paling menonjol dalam rangkaian pertemuan langsung.

Skema tersebut menjadi salah satu sarana bagi pembuat film untuk mencari dukungan pembiayaan sekaligus memperluas jaringan kerja sama.

Meiske Hadir di Festival Film Tokyo Lewat Desember Jani

Selain menjadi juri TGFM, Meiske Taurisia juga menghadiri Tokyo International Film Festival 2026 melalui film Desember Jani (Jani Be Good).

Film tersebut turut melibatkan sutradara Ariani Darmawan yang hadir bersama Meiske dalam diskusi film di Tokyo pada Kamis (29/10/2026).

Keikutsertaan Meiske dalam festival dan pasar proyek film tersebut mempertemukannya dengan pelaku industri dari berbagai negara.

Melalui pengalaman sebagai juri, Meiske dapat mengamati perkembangan proyek film internasional sekaligus menjajaki peluang kolaborasi bagi industri perfilman Indonesia.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026