HOME  ⁄  Hiburan

Film The Doll: Ghawiah Hadirkan Boneka Robotik Nirkabel yang Bisa Bicara dan Berekspresi, Biaya Produksi Capai Miliaran Rupia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Film The Doll: Ghawiah Hadirkan Boneka Robotik Nirkabel yang Bisa Bicara dan Berekspresi, Biaya Produksi Capai Miliaran Rupia
Foto: (Sumber :Boneka anak perempuan duduk di atas kursi depan perapian dalam sebuah adegan film "The Doll: Ghawiah" yang tayang di bioskop mulai Kamis (29/10/2026). ANTARA/HO-Hitmaker Studios.)

Pantau - Film horor The Doll: Ghawiah menghadirkan boneka robotik nirkabel berukuran kecil yang mampu berbicara, menggerakkan mata, dan menunjukkan ekspresi wajah melalui kendali jarak jauh berbasis Wi-Fi.

Film produksi Hitmaker Studios yang mulai tayang di bioskop pada Kamis (29/10/2026) tersebut menggunakan teknologi animatronik untuk menghadirkan gerakan boneka secara langsung selama proses pengambilan gambar.

Sutradara Guntur Soeharjanto mengungkapkan sekitar 80 persen proses pengambilan gambar dilakukan menggunakan teknik praktis dengan boneka yang dapat dikendalikan dari jarak jauh.

Sementara itu, produser Rocky Soraya menyebut biaya pembuatan boneka mencapai miliaran rupiah karena teknologi dan kebutuhan produksinya.

Boneka Ghawiah Dibuat Selama Tiga Minggu dengan Komponen Robotik Mikro

Anggota tim animatronik asal Bali, Gaphisa Fadelian atau Dega, mengatakan pembuatan boneka Ghawiah membutuhkan waktu sekitar 20 hari hingga tiga minggu.

Tantangan utama dalam proses tersebut adalah ukuran boneka yang lebih kecil dibandingkan boneka Bobby pada seri The Doll sebelumnya.

Tim harus memasukkan berbagai komponen robotik berukuran mikro untuk menggerakkan mata, kelopak mata, dan mulut boneka.

"Pembuatannya tuh kira-kira sekitar 20 harian, 3 minggu. Karena ini ukurannya lebih kecil. Jadi kita tuh ada tantangan buat membungkus bagian di dalamnya kayak motor buat mata, terus mulut segala macam. Dan dibanding boneka di film 'The Doll' sebelumnya, yang boneka Bobby, itu lebih gede, jadi lebih gampang motor gede pun bisa masuk. Ini kita pak semua di ukuran yang kecil ini," ujar Dega dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Selain mampu menggerakkan bagian wajah, boneka Ghawiah dirancang untuk memperlihatkan ekspresi marah dan melakukan gerakan berbicara.

Penampilan Boneka Dibuat Lebih Imut tetapi Tetap Menyeramkan

Kepala perancang boneka Orlando Bassi bersama produser Rocky Soraya merancang Ghawiah dengan penampilan berbeda dari boneka pada film sebelumnya.

Boneka baru tersebut dibuat lebih kecil dan tidak menonjolkan kesan menyeramkan secara visual.

Meski demikian, karakter Ghawiah tetap dirancang menghadirkan ketegangan melalui cerita dan tindakannya dalam film.

"Karena sebelum-sebelumnya itu boneka selalu kelihatan seram, kelihatan apa gitu kan. Nah, yang sekarang ini secara tampilan enggak seram, tapi secara cerita dan yang dia lakuin ini lebih ngeri lah. Bisa dibilang lebih ngeri ya. Walaupun boneka Ghawiah ini kecil, cute gitu, tapi enggak kalah mencekam, enggak kalah ngeri daripada 'The Doll' sebelumnya," kata Dega.

Sutradara Gunakan Wi-Fi untuk Kendalikan Gerakan Boneka

Sutradara Guntur Soeharjanto menjelaskan bahwa tim produksi menggunakan sistem kendali nirkabel berbasis Wi-Fi untuk mengoperasikan boneka selama syuting.

Teknologi tersebut memungkinkan boneka bergerak, menoleh, dan berbicara tanpa harus digerakkan secara langsung oleh pemain.

"Ada beberapa boneka, satu boneka yang memang bisa ngomong, bisa nengok, dan semua digerakkan dengan wi-fi gitu dengan remote jauh gitu. Jadi hampir 80 persen kami syuting secara praktikal" ujar Guntur.

Guntur menambahkan bahwa dialog dan suara boneka direkam sebelum proses pengambilan gambar dimulai.

Rekaman tersebut kemudian diputar saat syuting agar gerakan bibir boneka dapat mengikuti dialog yang telah disiapkan.

Rocky Soraya Siapkan Beberapa Jenis Boneka dengan Biaya Tinggi

Produser Rocky Soraya mengatakan tim produksi menyiapkan beberapa jenis boneka untuk kebutuhan adegan yang berbeda.

Boneka animatronik digunakan untuk adegan yang membutuhkan gerakan interaktif, sedangkan versi tanpa sistem robotik digunakan untuk kebutuhan lainnya.

Rocky mengungkapkan pembuatan boneka menjadi salah satu komponen yang meningkatkan anggaran produksi film.

"Jangan persis harganya, memang cukup tinggi, sekitar beberapa M lah. Karena kami bikin ini jadi ikon dari filmnya, kami memastikan produksinya dilakukan dengan benar, sehingga harganya memang mahal," kata Rocky.

Ia juga menceritakan bahwa anaknya menyukai boneka Ghawiah hingga meminta dibuatkan versi yang berukuran lebih besar.

Sementara itu, pemeran utama Titi Kamal mengungkapkan pengalaman berbeda ketika anaknya kesulitan tidur setelah mendengar cerita tentang boneka tersebut dari sang suami, Christian Sugiono.

"Nangis, enggak bisa tidur, baru tidur akhirnya jam 1 malam karena si Tian dari pagi cerita ke aku mengenai boneka," kata Titi.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026