
Pantau - Tanam benang hidung merupakan prosedur non-bedah untuk merubah bentuk hidung sesuai dengan keianginan pasien. Caranya adalah dengan menempatkan benang kelas medis di bawah kulit hidung dengan tujuan untuk mengubah kontur hidung. Benang yang digunakan dapat mengaktifkan respons penyembuhan alami tubuh serta memicu peningkatan kolagen.
Adapun benang yang digunakan biasanya terbuat dari bahan yang dapat diserap oleh tubuh seperti polidioxanone (PDO) atau bahan yang serupa.
Tanam benang hidung memiliki waktu pemulihan yang lebih singkat dan lebih minim invasif daripada operasi plastik hidung. Tanam benang hidung juga merupakan prosedur yang dikembangkan sebagai alternatif dari filler hidung, sebagaimana dikatakan oleh Dr. Edward Gross dalam laman Primera Plastic Surgery.
Baca juga: Telinga dan Hidung Membesar Seiring Usia. Ini Faktanya!
Melansir dari tirto.id, berikut prosedur tanam benang hidung:
1. Pasien akan diminta berbaring, kemudian dokter akan menyuntikkan anestesi ke hidung pasien.
2. Jahitan dimasukkan sebanyak tiga hingga lima milimeter di bawah kulit dengan menggunakan jarum halus atau kanula, sehingga tidak ada sayatan atau luka. Benang akan tetap terpasang setelah kanula dilepas. Titik masuk benang bisa di ujung hidung atau bahkan di dalam rongga hidung.
3. Setelah benang dimasukkan, dokter akan melakukan pengangkatan dengan memberikan sedikit tekanan pada jaringan di bawahnya untuk membentuknya kembali dengan tangan.
- Penulis :
- Latisha Asharani






