Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Ini Alasan Ilmiah Kenapa Pria Mendadak Lebih Manja saat Demam

Oleh Annisa Indri Lestari
SHARE   :

Ini Alasan Ilmiah Kenapa Pria Mendadak Lebih Manja saat Demam
Foto: Ilustrasi. (iStock)

Pantau - "Laki-laki kalo udah demam, dunia rasanya kek mau berakhir wkwkwk," beber pengguna X.

Hal ini menjadi aneh karena kebanyakan pria biasanya tampak biasa saja saat mengalami luka atau cedera fisik yang parah. Lantas, mengapa saat demam jadi lebih manja?

Peneliti National Institute of Allergy and Infectious Diseases Dr Matthew Memoli mengatakan dalam sebuah penelitian, pria memang mengambil lebih sedikit tindakan pencegahan untuk menghindari sakit, seperti lebih jarang menggunakan masker atau cuci tangan. 

Pria juga cenderung melakukan lebih banyak perilaku tidak sehat seperti merokok, minum alkohol, dan enggan mencari perawatan medis. Hal tersebut yang akhirnya membuat laki-laki memiliki kondisi lebih buruk ketika sedang sakit.

Penelitian lain juga menemukan adanya perbedaan biologis dalam hal sistem kekebalan pria dan perempuan. Penelitian ini dilakukan pada hewan dan manusia.

Profesor mikrobiologi molekuler dan imunologi Johns Hopkins University, Sabra Klein menuturkan bahwa perempuan seringkali menghasilkan respons imun yang lebih besar bila dibandingkan pria. Sel imun perempuan lebih cepat dalam mendeteksi penyerang asing, seperti virus dan bakteri.

Ketika ancaman teridentifikasi, sistem imun perempuan melepaskan lebih banyak protein inflamasi yang disebut sitokin. Sistem imun perempuan juga menghasilkan lebih banyak antibodi sebagai respons terhadap virus dan vaksin yang membantu melawan infeksi.

Baca : Puasa Ternyata Bermanfaat untuk Tingkatkan Sistem Imun Tubuh

Beberapa gen yang terlibat dalam sistem kekebalan tubuh berada di kromosom X. Seperti yang diketahui, wanita memiliki dua kromosom X, sedangkan laki-laki hanya satu.Selain itu, hormon testosteron pada laki-laki diduga juga menekan fungsi kekebalan tubuh, seperti produksi antibodi. Sedangkan, estrogen yang lebih dominan pada perempuan cenderung memperkuat sistem kekebalan tubuh dan membantu produksi antibodi lebih baik.Meski begitu, penelitian lanjutan masih perlu dilakukan untuk mengetahui lebih dalam. Terlebih dalam penelitian lain, sistem imun yang lebih kuat justru juga dikaitkan dengan gejala yang lebih parah.

Penulis :
Annisa Indri Lestari