
Pantau - Salmon dan ayam merupakan sumber protein hewani tanpa lemak yang populer dikonsumsi karena manfaatnya bagi kesehatan otot dan jantung.
Keduanya memiliki profil nutrisi yang berbeda, namun sama-sama mendukung pola makan seimbang dan sehat.
Salmon dikenal sebagai salah satu sumber terbaik lemak tak jenuh ganda, terutama asam lemak omega-3.
Omega-3 seperti EPA (eicosapentaenoic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid) berperan penting dalam menjaga fungsi otak, kesehatan mata, serta mendukung kesehatan jantung.
Satu filet salmon Atlantik hasil budidaya seberat 3 ons mengandung sekitar 1,24 gram DHA dan 0,59 gram EPA.
Meski salmon tangkapan liar memiliki kadar omega-3 yang lebih rendah dibanding salmon budidaya, keduanya tetap menjadi sumber lemak sehat.
Satu porsi salmon 3 ons sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan harian omega-3.
Asosiasi Jantung Amerika merekomendasikan konsumsi dua porsi ikan berlemak seperti salmon setiap minggu untuk mendapatkan asupan EPA dan DHA yang optimal.
Salmon juga mengandung mineral selenium yang penting bagi fungsi kelenjar tiroid, produksi hormon, perlindungan sel, dan sistem imun.
Kandungan selenium dalam salmon setara dengan 75 persen dari nilai harian yang direkomendasikan, sedangkan pada ayam hanya sekitar 50 persen.
Selain itu, salmon juga menyediakan vitamin D, antioksidan, dan kolin.
Perbandingan Kandungan Gizi: Salmon vs Ayam
Salmon dan ayam sama-sama mengandung kolin, nutrisi penting untuk perkembangan dan fungsi otak, terutama pada masa kehamilan.
Porsi dada ayam 3,5 ons mengandung sekitar 15,5 persen kebutuhan harian kolin, sementara porsi salmon Atlantik seberat sama mengandung sekitar 16 persen.
Dalam hal kandungan protein dan lemak, ayam unggul sebagai sumber protein tinggi dengan kadar lemak rendah.
Dada ayam tanpa kulit dan tulang seberat 100 gram mengandung sekitar 31 gram protein dan kurang dari 4 gram total lemak.
Kandungan lemak jenuh pada dada ayam hanya sekitar 1 gram.
Mengonsumsi sedikit lemak jenuh penting untuk mengurangi risiko peningkatan kolesterol LDL (kolesterol jahat) yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke.
Namun, bagian gelap ayam seperti paha memiliki kadar lemak jenuh yang lebih tinggi dibandingkan dada ayam.
Sebaliknya, salmon mengandung sedikit lebih rendah protein dan lebih tinggi lemak dibandingkan ayam.
Porsi salmon 3,5 ons mengandung sekitar 22 gram protein dan 12 gram lemak.
Mayoritas lemak dalam salmon berasal dari lemak tak jenuh tunggal dan ganda yang mendukung kesehatan jantung.
Baik salmon maupun ayam juga mengandung berbagai jenis vitamin B yang penting bagi metabolisme tubuh.
Salmon lebih unggul dalam kandungan vitamin B12 yang berfungsi untuk pembentukan sel darah merah dan kesehatan otak.
Sementara itu, ayam lebih tinggi kandungan niasin (B3) dan vitamin B6 yang berperan dalam konversi makanan menjadi energi serta produksi sel darah merah.
Niasin juga bermanfaat untuk sistem pencernaan dan fungsi saraf.
- Penulis :
- Gerry Eka







