
Pantau - Cokelat merupakan makanan yang umumnya dibuat dari kakao, mentega kakao, gula tambahan, serta susu atau padatan susu yang dapat memengaruhi kadar gula darah ketika dikonsumsi.
Kandungan gula dalam cokelat dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat lebih cepat setelah dikonsumsi.
Karena itu, penderita diabetes perlu memperhatikan jenis cokelat dan jumlah yang dikonsumsi agar tidak memicu lonjakan gula darah.
"Seberapa banyak cokelat dapat meningkatkan gula darah Anda bergantung pada jenis cokelatnya, berapa banyak gula yang terkandung di dalamnya, dan makanan lain apa yang Anda makan bersamaan," kata ahli gizi Mary Ellen Phipps.
Mary Ellen Phipps menjelaskan bahwa cokelat hitam atau dark chocolate termasuk makanan dengan indeks glikemik rendah.
Makanan dengan indeks glikemik rendah cenderung menyebabkan kenaikan gula darah yang lebih lambat dibandingkan makanan dengan indeks glikemik tinggi.
Cokelat hitam juga dinilai paling kecil kemungkinannya menyebabkan lonjakan kadar gula darah dibandingkan jenis cokelat lainnya.
Manfaat kesehatan cokelat umumnya berasal dari produk cokelat dengan kandungan kakao sekitar 70 hingga 85 persen.
Produk dengan kandungan kakao tersebut termasuk kategori cokelat hitam.
"Jenis cokelat ini biasanya mengandung lebih sedikit gula tambahan dan lebih banyak serat, yang bagus untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil. Cokelat ini juga lebih tinggi vitamin, mineral, dan antioksidan," ujarnya.
Biji kakao mengandung berbagai zat gizi seperti protein dan kafein.
Selain itu, kakao juga mengandung mineral penting seperti kalium, fosfor, tembaga, zat besi, seng, dan magnesium.
Para ahli gizi menyarankan penderita diabetes memilih cokelat dengan kandungan kakao tinggi, minimal 70 persen.
Produk cokelat yang menggunakan pemanis non-nutrisi juga dianggap lebih aman bagi penderita diabetes.
"Anda dapat memilih cokelat yang dimaniskan dengan pemanis non-nutrisi seperti stevia, buah monk, eritritol, atau inulin, yang semuanya tidak akan meningkatkan gula darah Anda seperti pemanis lainnya," kata nutrisionis Kelsey Kunik.
Penderita diabetes juga dianjurkan memilih cokelat yang dicampur dengan makanan tinggi protein seperti kacang-kacangan.
Kandungan protein dan lemak sehat pada kacang dapat membantu memperlambat penyerapan gula dalam cokelat.
Selain itu, kacang juga dapat membuat rasa kenyang bertahan lebih lama setelah mengonsumsi cokelat.
Penderita diabetes sebaiknya menghindari cokelat dengan kadar gula tinggi seperti cokelat yang memiliki isian krim atau karamel.
Konsumsi cokelat juga perlu dibatasi agar tidak berlebihan.
Porsi yang disarankan bagi penderita diabetes adalah sekitar satu hingga dua ons cokelat.
Mengonsumsi cokelat mendekati waktu makan atau bersama camilan tinggi protein juga dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







