
Pantau - Keju selama ini dikenal sebagai salah satu identitas gastronomi Eropa, namun Indonesia juga memiliki produsen keju lokal dengan cita rasa khas yang memanfaatkan bahan-bahan dalam negeri.
Salah satu produsen keju artisan di Indonesia adalah Rosalie Cheese yang berlokasi di Bali.
Rosalie Cheese didirikan pada tahun 2017 oleh Ayu Utami Linggih.
Produk yang dihasilkan sebagian besar berupa keju dan berbagai penganan buatan tangan, meskipun sebagian proses produksinya juga menggunakan mesin.
Ayu Utami Linggih menjelaskan, "Karena di Bali tidak ada peternakan sapi, jadi kita kerja sama dengan peternakan dari Banyuwangi".
Rosalie Cheese menggunakan susu sapi dan susu kambing sebagai bahan utama untuk memproduksi berbagai jenis keju.
Produk yang dihasilkan meliputi keju segar hingga aged cheese yang telah melalui proses pematangan.
Pada awal berdirinya, Rosalie Cheese lebih banyak menyuplai produk ke hotel, restoran, dan supermarket.
Pandemi COVID-19 pada tahun 2020 kemudian menginspirasi Ayu untuk membuka toko ritel di Bali.
Toko ritel tersebut diberi nama Cheese Boutique.
Saat pandemi, Bali menjadi tempat tinggal bagi banyak orang dari luar daerah yang memilih bekerja dari pulau tersebut.
Cheese Boutique kemudian hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang ingin mengenal keju lebih dalam.
Toko tersebut juga menawarkan pengalaman mencicipi keju serta memadukannya dengan berbagai makanan dan minuman.
Ayu Utami Linggih mengatakan, "Karena situasinya di pabrik kita nggak bisa buat aktivasi dan kurang nyaman kan kalau di situ, makanya kita akhirnya ya sudah deh, coba buat retail-nya".
Melalui toko tersebut, Ayu juga memperkenalkan bahwa keju tidak hanya dipadukan dengan wine atau anggur.
Keju juga dapat dipasangkan dengan buah-buahan lokal, keripik, hingga teh.
Ide memadukan keju dengan makanan lokal tersebut muncul dari pengalaman di lingkungan keluarganya.
Ayah Ayu yang berasal dari Bali diketahui sangat menyukai keju dan sering memadukannya dengan camilan yang tidak biasa.
Salah satu kombinasi yang pernah dicoba adalah keju dengan tapai singkong.
Perpaduan tersebut menghasilkan rasa asin dan manis yang seimbang.
Pengalaman tersebut kemudian menginspirasi Ayu untuk melihat peluang pengembangan keju lokal di Indonesia.
Ayu Utami Linggih sendiri memiliki latar belakang pendidikan di bidang teknik pangan dan merupakan lulusan University of Queensland.
- Penulis :
- Aditya Yohan







