HOME  ⁄  Nasional

Wacana Penutupan Prodi Dinilai Perlu Kajian Mendalam agar Tak Abaikan Fungsi Pendidikan Tinggi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Wacana Penutupan Prodi Dinilai Perlu Kajian Mendalam agar Tak Abaikan Fungsi Pendidikan Tinggi
Foto: (Sumber: Ilustrasi. Seratusan santri Insan Qurani Aceh saat mengikuti prosesi wisuda angkatan ke X, di gedung AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Sabtu (18/4/2026). (ANTARA/HO/Dayah Insan Qurani).)

Pantau - Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri dinilai sebagai persoalan kompleks yang perlu dikaji secara matang agar tidak mengabaikan fungsi utama pendidikan tinggi.

Penulis Didi Sukyadi dalam tulisannya menyebutkan bahwa pendidikan akademik tidak semata-mata ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja.

Ia menegaskan bahwa pendidikan tinggi bertujuan membentuk lulusan yang kritis, adaptif, dan mampu berkontribusi luas di masyarakat.

Menurutnya, lulusan yang bekerja tidak sesuai dengan bidang studinya justru menunjukkan keberhasilan pendidikan dalam membentuk individu yang fleksibel.

Ia menilai tolok ukur keberhasilan perguruan tinggi bukan hanya pada kesesuaian pekerjaan dengan jurusan, tetapi pada kemampuan lulusan untuk mandiri dan beradaptasi.

"Sejatinya, pendidikan tinggi bertujuan melatih mahasiswa untuk berpikir kritis, kreatif, solutif, adaptif, dan berjiwa kepemimpinan," tulisnya.

Ia juga mengingatkan bahwa orientasi pendidikan yang terlalu berfokus pada industri berpotensi menggerus keberagaman disiplin ilmu.

Lebih lanjut, ia mempertanyakan dasar penentuan program studi yang dianggap tidak relevan.

Pertanyaan tersebut mencakup aspek jumlah peminat, kualitas akreditasi, hingga sebaran keilmuan di berbagai perguruan tinggi.

Ia menilai penutupan program studi dalam skala nasional dapat menimbulkan dampak berantai yang perlu dimitigasi secara komprehensif.

"Mewujudkan penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri saat ini merupakan permasalahan yang rumit," tulisnya.

Ia menekankan perlunya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan sebelum kebijakan tersebut diterapkan secara luas.

Penulis :
Ahmad Yusuf