HOME  ⁄  Nasional

Urgensi Kurikulum Hijau Dinilai Penting untuk Bangun Kesadaran Ekologis di Tengah Krisis Iklim

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Urgensi Kurikulum Hijau Dinilai Penting untuk Bangun Kesadaran Ekologis di Tengah Krisis Iklim
Foto: (Sumber: Arsip - Siswa-siswi dari beberapa sekolah di Kabupaten Bangka menanam mangrove di Pantai Takari Sungailiat, Kamis. ANTARA/HO-Humas PT Timah Tbk..)

Pantau - Kurikulum pendidikan dinilai perlu segera beradaptasi melalui penerapan “kurikulum hijau” guna menumbuhkan kesadaran ekologis peserta didik di tengah krisis iklim yang semakin kompleks dan berdampak luas.

Gagasan tersebut disampaikan dalam telaah yang menyoroti bahwa pendidikan tidak lagi cukup hanya mencetak sumber daya manusia yang unggul, tetapi juga harus membentuk kepekaan terhadap perubahan lingkungan dan ketidakpastian global.

Penulis menegaskan bahwa perubahan kondisi bumi menuntut perubahan dalam sistem pendidikan agar mampu membaca tanda-tanda zaman.

"Jika bumi berubah, kurikulum juga harus berubah. Sebab, pendidikan bukan hanya mengajarkan membaca buku, tetapi juga membaca tanda-tanda zaman dan bertindak sebelum terlambat," tulisnya.

Selama ini, isu lingkungan masih kerap diposisikan sebagai pelengkap dalam pembelajaran, seperti melalui kegiatan menanam pohon atau kampanye hemat energi, yang dinilai belum cukup menjawab kompleksitas krisis iklim.

Krisis iklim disebut memiliki keterkaitan dengan berbagai aspek kehidupan, mulai dari pangan, kesehatan, kemiskinan, hingga konflik sosial dan pembangunan kota.

Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (Intergovernmental Panel on Climate Change/IPCC) menegaskan bahwa dampak perubahan iklim berkelindan dengan isu global lain seperti hilangnya keanekaragaman hayati, degradasi ekosistem, hingga ketimpangan sosial-ekonomi.

Dalam konteks tersebut, pendidikan yang tidak menempatkan isu lingkungan sebagai bagian utama berisiko gagal mempersiapkan generasi menghadapi realitas masa depan.

Peserta didik dinilai perlu tidak hanya memahami konsep ilmiah, tetapi juga mampu melihat keterkaitan antara kerusakan lingkungan dengan sistem pembangunan dan kehidupan sosial.

Dengan demikian, penerapan kurikulum hijau diharapkan dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.

Penulis :
Ahmad Yusuf