
Pantau - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI menetapkan SMAN 7 Kendari sebagai sekolah percontohan penerapan Trigatra Bangun Bahasa guna memperkuat literasi dan karakter generasi muda pada peringatan Hardiknas 2026 di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Penetapan ini dilakukan oleh Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin sebagai bagian dari komitmen penguatan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, serta penguasaan bahasa asing di lingkungan pendidikan.
Hafidz menegaskan bahwa kehadiran program tersebut bertujuan mendorong peningkatan mutu pendidikan berbasis literasi di sekolah.
"Kehadiran kami di SMAN 7 Kendari bertujuan memberikan semangat kepada siswa dan guru agar api semangat Hardiknas menjadi motivasi meningkatkan mutu pendidikan melalui literasi sebagai pondasinya," ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi mencakup pemahaman yang mampu mengubah perilaku menjadi lebih baik.
Selain itu, Badan Bahasa mendorong pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi seluruh siswa sebagai tolok ukur kemampuan berbahasa.
"Diharapkan akan ada sebuah gerakan untuk meningkatkan bahasa Indonesia di SMAN 7 Kendari ini, serta pengutamaan dan kemahiran berbahasa Indonesia melalui sebuah aktivitas UKBI bagi seluruh siswa," ujarnya.
Kepala SMAN 7 Kendari La Ode Muhammad Sauf menyatakan pihaknya akan menjadikan UKBI sebagai salah satu syarat kelulusan siswa.
"Kami akan melakukan tes uji kompetensi kemahiran berbahasa agar anak-anak memiliki sertifikat," katanya.
Ia menambahkan bahwa sertifikat UKBI akan menjadi nilai tambah bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Pelaksanaan tes akan dilakukan bekerja sama dengan Kantor Bahasa setempat dan memanfaatkan platform digital yang tersedia.
"Ini adalah kebanggaan luar biasa. Sebagai bukti nyata kemitraan dengan Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara, kami juga telah memasang prasasti Trigatra Bangun Bahasa," tambahnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan





