HOME  ⁄  Nasional

Pendidikan Daring Disebut Tembus Batas Fisik dan Perluas Akses Belajar

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pendidikan Daring Disebut Tembus Batas Fisik dan Perluas Akses Belajar
Foto: (Sumber: Ribuan lulusan Universitas Terbuka Surabaya saat mengikuti prosesi wisuda di Airlangga Convention Center (ACC), Minggu (19/4/2026). (ANTARA/Willi Irawan).)

Pantau - Pendidikan tidak lagi bergantung pada ruang fisik karena sistem pembelajaran daring dinilai mampu menembus batas jarak dan waktu serta memperluas akses ilmu bagi masyarakat.

Pandangan tersebut disampaikan dalam telaah pendidikan oleh Nashruddin Qawiyurrijal di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

“Kualitas pendidikan tidak lagi ditentukan oleh seberapa megah gedung kampus atau seberapa luas perpustakaan fisiknya,” tulisnya.

Ia menggambarkan konsep kelas tanpa tatap muka yang justru menghadirkan diskusi lebih hidup dan partisipasi yang lebih dalam.

“Bayangkan sebuah kelas tanpa meja kursi, tanpa papan tulis, tanpa tatap muka, juga tanpa suara,” tulisnya.

Menurutnya, pengalaman mengajar dalam sistem tutorial online menunjukkan bahwa pembelajaran digital mampu menghadirkan interaksi akademik yang efektif.

Dalam satu kelas daring dengan ratusan mahasiswa, proses belajar tidak lagi terbatas ruang, melainkan berkembang menjadi pertukaran perspektif yang luas.

Ia menilai pendidikan daring menjadi wujud nyata demokratisasi pendidikan yang memungkinkan lebih banyak orang mengakses ilmu tanpa hambatan geografis.

“Di sini, demokratisasi pendidikan bukan lagi sebatas jargon,” tulisnya.

Konsep tersebut dinilai sejalan dengan semangat pendidikan nasional yang menekankan pemerataan akses dan kebebasan belajar.

Pendidikan ke depan disebut akan semakin bergantung pada kemampuan menjangkau lebih banyak peserta didik, bukan hanya pada fasilitas fisik yang dimiliki lembaga pendidikan.

Penulis :
Ahmad Yusuf