
Pantau - Saham Roblox Corporation (RBLX) turun sekitar 15 persen pada perdagangan 1 Mei 2026 setelah perusahaan menyesuaikan proyeksi kinerja tahun penuh di tengah penguatan kebijakan perlindungan anak di platformnya.
Penurunan ini terjadi seiring laporan keuangan kuartal pertama yang menunjukkan perubahan pola keterlibatan pengguna akibat kebijakan baru, termasuk pembatasan fitur dan verifikasi usia.
Roblox mulai membatasi fitur percakapan daring yang kini hanya bisa diakses pengguna yang telah menyelesaikan verifikasi usia sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan anak.
Perusahaan mencatat sekitar 73 persen pengguna aktif harian yang telah terverifikasi berusia di bawah 18 tahun, dengan 35 persen di antaranya berusia di bawah 13 tahun.
Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya perhatian global terhadap perlindungan anak di ruang digital serta adanya lebih dari 140 proses hukum di Amerika Serikat terkait isu tersebut.
Sebagai respons, Roblox juga memperkenalkan tipe akun khusus anak serta memperluas fitur kontrol orang tua guna menciptakan ekosistem yang lebih aman.
Roblox memperkirakan total bookings sepanjang 2026 berada di kisaran 7,33 miliar dolar AS hingga 7,6 miliar dolar AS, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya.
Meski demikian, kinerja kuartal pertama masih melampaui ekspektasi analis dengan pendapatan mencapai 1,73 miliar dolar AS dan kerugian 0,35 dolar per saham yang lebih baik dari perkiraan.
Di Indonesia, kebijakan serupa diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 atau PP Tunas yang mendorong platform digital menerapkan verifikasi usia dan pembatasan akses demi perlindungan anak.
Penyesuaian ini diperkirakan berdampak pada aktivitas pengguna dalam jangka pendek, namun menjadi langkah strategis untuk memperkuat keamanan dan keberlanjutan ekosistem digital.
- Penulis :
- Aditya Yohan





