Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Patung “Buddha Tanpa Kata” Viral dan Hidupkan Kembali Seni Porselen Klasik China

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Patung “Buddha Tanpa Kata” Viral dan Hidupkan Kembali Seni Porselen Klasik China
Foto: (Sumber : Zeng Rui memeriksa produk-produk budaya dan kreatif yang terinspirasi oleh "Buddha Tanpa Kata" (Speechless Buddha) di studionya di Jingdezhen, Provinsi Jiangxi, China timur, pada 12 Maret 2026. (Xinhua/Zhou Mi).)

Pantau - Sebuah patung porselen arhat berjuluk “Buddha Tanpa Kata” menjadi viral di internet dan kembali mengangkat seni porselen klasik dari Jingdezhen, Provinsi Jiangxi, China.

Karya Lama yang Kembali Populer

Patung tersebut merupakan karya Zeng Longsheng yang dibuat lebih dari 80 tahun lalu dan kini disimpan di Museum Keramik China Jingdezhen.

Karya itu menarik perhatian warganet karena ekspresinya yang dinilai sangat menawan hingga dijuluki “Buddha Tanpa Kata”.

Popularitas patung ini meningkat pesat sejak 2023 setelah banyak dibagikan di berbagai platform digital.

Pewaris Kembangkan Produk Kreatif

Zeng Rui, pewaris generasi keempat keluarga seniman porselen, kemudian memanfaatkan momentum viral tersebut dengan mendirikan studio di Jingdezhen.

Ia mulai merekonstruksi karya asli sekaligus mengembangkan berbagai produk budaya dan kreatif yang terinspirasi dari patung tersebut.

Sejak 2011, Zeng Rui telah kembali ke kampung halamannya untuk mempelajari seni keramik di bawah bimbingan ayahnya dan menguasai berbagai teknik pemahatan.

Ia menyatakan bahwa pelestarian tradisi menjadi fondasi utama dalam berkarya, sekaligus mengadaptasinya untuk audiens modern.

Pelestarian Seni Tradisional

Pengembangan karya “Buddha Tanpa Kata” dinilai menjadi salah satu upaya menghidupkan kembali seni porselen klasik agar tetap relevan di era kontemporer.

Jingdezhen sendiri dikenal sebagai pusat seni keramik China yang memiliki sejarah panjang dalam produksi porselen berkualitas tinggi.

Upaya ini juga diharapkan mampu memperluas apresiasi generasi muda terhadap warisan seni tradisional.

Penulis :
Aditya Yohan