HOME  ⁄  Lifestyle

Aktivitas Seni dan Budaya Disebut Dapat Memperlambat Penuaan Biologis Menurut Studi Terbaru

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Aktivitas Seni dan Budaya Disebut Dapat Memperlambat Penuaan Biologis Menurut Studi Terbaru
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Kegiatan On The Spot (OTS) atau melukis bersama bertajuk "Beauty of Balai Pemuda Surabaya" dalam rangkaian peringatan Hari Kartini pada 21 April 2026 digelar di Balai Pemuda, Sabtu (18/4/2026). (ANTARA-HO/Diskominfotik Surabaya).)

Pantau - Aktivitas seni dan budaya seperti membaca, mendengar musik, melukis, hingga mengunjungi museum disebut berpotensi memperlambat penuaan biologis berdasarkan studi baru yang dipublikasikan dalam jurnal Innovation in Aging dan dikutip Health pada Jumat 15 Mei 2026.

Penelitian yang melibatkan sekitar 3.500 orang dewasa dari UK Household Longitudinal Study itu menemukan bahwa semakin sering seseorang terlibat dalam aktivitas seni dan budaya, semakin lambat proses penuaan biologis yang dialami tubuhnya.

Peneliti senior University College London sekaligus penulis utama studi, Feifei Bu, PhD, mengatakan keterlibatan dalam aktivitas seni dan budaya telah lama diketahui mendukung kesehatan.

“Keterlibatan dalam aktivitas seni dan budaya diketahui mendukung kesehatan,” ungkap Feifei Bu.

Usia biologis dalam penelitian tersebut dijelaskan sebagai ukuran seberapa baik tubuh menua pada tingkat sel dan dinilai dapat memberikan gambaran kesehatan yang lebih akurat dibanding usia kronologis seseorang.

Aktivitas Seni Disebut Setara dengan Olahraga

Para peserta penelitian diminta menjawab frekuensi mereka melakukan aktivitas budaya seperti bernyanyi, melukis, membaca, dan mengunjungi museum, serta aktivitas fisik seperti lari dan pilates selama satu tahun terakhir.

Peneliti kemudian membandingkan jawaban peserta dengan usia biologis mereka menggunakan “jam epigenetik”, yakni alat penelitian yang memperkirakan usia biologis berdasarkan perubahan DNA.

Hasil penelitian menunjukkan peserta yang melakukan aktivitas seni dan budaya setidaknya tiga kali setahun mengalami proses penuaan 2 persen lebih lambat dibanding mereka yang hanya melakukannya satu atau dua kali setahun.

Peserta yang melakukan aktivitas seni dan budaya setiap bulan tercatat mengalami penuaan 3 persen lebih lambat.

Sementara itu, mereka yang rutin melakukan aktivitas seni dan budaya setiap minggu mengalami proses penuaan 4 persen lebih lambat.

Hubungan tersebut tetap terlihat meski peneliti telah memperhitungkan faktor lain seperti indeks massa tubuh, status merokok, tingkat pendidikan, dan pendapatan.

Penelitian juga menyebut manfaat aktivitas seni dan budaya dinilai setara dengan olahraga dalam membantu memperlambat penuaan biologis.

Stres dan Kesehatan Otak Jadi Faktor Penting

Menurut penulis studi, salah satu mekanisme utama yang membuat aktivitas seni dan budaya membantu memperlambat penuaan adalah kemampuannya dalam mengurangi stres.

Stres disebut berkaitan dengan peradangan yang dapat menyebabkan kerusakan luas pada tubuh sekaligus mempercepat penuaan biologis.

Aktivitas seni dan budaya dinilai mampu memberikan koneksi sosial, mindfulness, serta ruang bagi seseorang untuk memproses pengalaman hidup sehingga membantu menurunkan tingkat stres.

Dokter geriatri Kaiser Permanente Virginia, Angela Hsu, MD, mengatakan aktivitas seni juga merangsang area otak dengan cara yang mungkin tidak diperoleh dari olahraga saja.

“Membaca, melukis, dan menari melibatkan keterampilan koordinasi, pemahaman bahasa, serta pemrosesan informasi,” ujar Angela Hsu.

Ia menambahkan penguatan kemampuan kognitif dan koneksi saraf diyakini membantu otak menjadi lebih tahan terhadap efek penuaan.

Tinjauan penelitian WHO pada 2019 juga menemukan seni dapat membantu meningkatkan kesehatan sekaligus melindungi seseorang dari penurunan kognitif dan kelemahan fisik seiring bertambahnya usia.

Para ahli tetap merekomendasikan aktivitas seni dan budaya karena dianggap mudah diakses, menyenangkan, dan memperkaya hidup untuk mendukung penuaan sehat.

Studi tersebut menemukan orang dewasa usia 40 tahun ke atas memperoleh manfaat paling besar dari aktivitas seni dan budaya.

Aktivitas tersebut juga dinilai sangat membantu bagi individu yang mengalami stres kronis, caregiver, orang dengan penurunan kognitif, serta mereka yang merasa kesepian atau terisolasi.

Angela Hsu menambahkan hobi yang memiliki unsur sosial dapat memberikan manfaat lebih besar bagi kesehatan otak dan mental.

“Mempelajari hal baru baik bagi otak dan dapat menurunkan risiko demensia,” kata Angela Hsu.

Para ahli menganjurkan aktivitas seni dan budaya tetap dikombinasikan dengan kebiasaan sehat lain seperti olahraga rutin, tidur cukup, dan pola makan seimbang.

Penulis :
Gerry Eka