
Pantau - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menilai Museum Marsinah dapat memperkuat daya tarik Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur sebagai desa wisata berbasis sejarah dan budaya.
Ni Luh menyampaikan hal tersebut saat meninjau Monumen Marsinah yang berada di jalur provinsi Surabaya-Madiun dalam kunjungannya ke Desa Wisata Nglundo.
Ia mengatakan, “Kehadiran Museum Marsinah bukan hanya menjadi ruang pembelajaran sejarah, tetapi juga dapat memperkuat daya tarik wisata berbasis budaya dan edukasi di Desa Wisata Nglundo.”
Sebelum memasuki area museum, Ni Luh terlebih dahulu mengunjungi rumah keluarga Marsinah yang menjadi tempat kelahiran dan masa tumbuh tokoh buruh perempuan kelahiran 10 April 1969 tersebut.
Di rumah keluarga Marsinah, Ni Luh melihat kamar tidur, ruang utama, serta berbagai dokumentasi perjalanan hidup Marsinah yang dipajang dalam bingkai besar dan deretan penghargaan dari berbagai pihak.
Museum Marsinah Sajikan Koleksi Perjuangan Tokoh Buruh
Di kompleks museum yang berada berdampingan dengan rumah keluarga, Ni Luh meninjau berbagai koleksi pribadi Marsinah yang dipamerkan kepada publik.
Koleksi tersebut meliputi sepeda ontel yang pernah digunakan Marsinah, seragam pabrik, tas, dompet, ijazah sekolah, hingga berbagai catatan perjuangan yang disajikan secara informatif dan edukatif.
Ni Luh mengatakan, “Kehadiran museum ini akan menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberi nilai pembelajaran bagi masyarakat.”
Ketua Pokdarwis Desa Wisata Nglundo Eko Fitri Puji Harto berharap penetapan Marsinah sebagai pahlawan nasional dapat meningkatkan daya tarik Desa Wisata Nglundo sebagai destinasi wisata sejarah unggulan di Jawa Timur.
Ia mengatakan, “Harapannya tentu, mari bersama-sama ikut meramaikan. Dengan diangkatnya Marsinah sebagai pahlawan buruh, kami dari Pokdarwis akan menyiapkan berbagai hal yang dapat membuat pengunjung merasa nyaman saat datang ke Desa Wisata Nglundo.”
Pokdarwis Gandeng Koperasi untuk Kembangkan Wisata Desa
Sebagai desa wisata rintisan, pihak Pokdarwis mengaku masih membutuhkan pendampingan dalam pengembangan paket wisata, peningkatan kualitas pelayanan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan.
Eko mengatakan, “Kami sangat berharap dukungan dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat agar Desa Wisata Nglundo dapat berkembang dengan baik.”
Pokdarwis Desa Wisata Nglundo juga menjalin kolaborasi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau KDKMP untuk mendukung promosi, pemasaran, dan distribusi produk desa.
Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan suvenir, produk kreatif, hingga paket wisata berbasis sejarah dan budaya lokal.
- Penulis :
- Gerry Eka





