
Pantau - Republik Seychelles menjajaki kerja sama pengembangan Wisata Air Panas Pemapak di Kampung Biatan Bapinang, Kecamatan Biatan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, sebagai upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi wisata berbasis alam tersebut.
Penjajakan tersebut mengemuka saat Wakil Bupati Berau Gamalis mendampingi Utusan Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, mengunjungi Wisata Air Panas Pemapak pada Senin, 20 Juli 2026.
Pemerintah Kabupaten Berau berharap kolaborasi dan investasi yang masuk dapat mempercepat pengembangan destinasi wisata sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Potensi Pengembangan Destinasi Wisata
Gamalis mengatakan Kabupaten Berau masih memiliki peluang besar untuk mengembangkan Air Panas Pemapak, terutama pada aspek fasilitas, akomodasi, atraksi wisata, dan berbagai sarana pendukung lainnya.
Ia mengungkapkan, "Kabupaten Berau memiliki banyak destinasi wisata alam yang unik dan menarik, salah satunya adalah air panas alami yang masih terbuka untuk dikembangkan baik dari sisi fasilitas, akomodasi, atraksi, dan lainnya agar kunjungannya meningkat."
Menurut Gamalis, dukungan investasi menjadi salah satu kunci utama dalam mengembangkan destinasi wisata yang sedang bertumbuh.
Wisata Air Panas Pemapak selama ini mencatat tingkat kunjungan yang tinggi dengan sekitar 4.500 pengunjung pada libur Natal 2025 hingga Tahun Baru 2026.
Setelah dilakukan pembenahan dan kembali dibuka pada 21–25 Maret 2026, jumlah pengunjung meningkat menjadi sekitar 5.600 orang.
Seychelles Soroti Wisata Berbasis Pengalaman
Nico Barito menilai Air Panas Pemapak memiliki daya tarik yang kuat untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berkelanjutan yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Ia mengatakan, "Dalam pengembangan wisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam dan kekayaan yang sudah tercipta, tapi juga harus mampu mengangkat cerita dan identitas lokal yang menjadi pembeda dengan destinasi lain."
Menurut Nico, setiap destinasi wisata harus memiliki narasi yang khas agar mampu menarik rasa penasaran wisatawan untuk berkunjung.
Ia menilai wisatawan yang tertarik oleh cerita sebuah destinasi berpotensi kembali berkunjung serta mengajak keluarga maupun kerabat untuk datang.
Nico juga menekankan pentingnya menjadikan kearifan lokal masyarakat sebagai bagian dari pengalaman wisata.
Ia mengatakan, "Pengembangan destinasi Air Panas Pemapak juga perlu diperkuat dengan konsep wisata berbasis pengalaman, menghadirkan atraksi dengan mengangkat budaya lokal, serta menambah aktivitas pendukung agar jumlah kunjungan berlangsung sepanjang tahun, bukan musiman."
Usulan tersebut mencakup pengembangan atraksi berbasis budaya lokal serta penambahan aktivitas pendukung sebagai strategi menciptakan kunjungan wisata yang berlangsung sepanjang tahun.
- Penulis :
- Arian Mesa





