Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Dubai Chewy Cookie Viral di Media Sosial, Tren Camilan Premium Dorong Kreativitas Brand Lokal

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Dubai Chewy Cookie Viral di Media Sosial, Tren Camilan Premium Dorong Kreativitas Brand Lokal
Foto: (Sumber : Ilustrasi Dubai Chewy Cookie dan aneka kudapan viral lainnya. ANTARA/HO.)

Pantau - Dubai Chewy Cookie menjadi camilan viral di media sosial berkat tampilan premium, tekstur unik, dan sensasi makan yang menarik perhatian konsumen.

Camilan ini dikenal melalui konten ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response) yang menampilkan lapisan marshmallow berbalut cokelat dengan isian kataifi pistachio.

Senior Director of Business Development Shopee Indonesia Adi Rahardja mengatakan, "Tren camilan di Indonesia belakangan ini identik dengan tekstur yang kenyal, rasa yang unik, hingga tampilan yang menggugah selera."

Ia menambahkan, "Shopee mengakomodir keduanya, tersedia banyak pilihan dari merchant UMKM dan jenama lokal berkualitas agar pengguna terpenuhi kebutuhannya dengan praktis."

Tekstur Unik dan Visual Jadi Daya Tarik

Dubai Chewy Cookie menawarkan perpaduan tekstur kenyal di luar dan renyah di dalam yang menciptakan pengalaman makan berbeda.

Cokelat pekat dipadukan dengan isian pistachio memberikan rasa kaya yang seimbang dan tidak berlebihan.

Visual camilan yang menarik juga membuatnya mudah viral karena dinilai social media worthy.

Eksposur dari kreator konten dan figur publik turut mempercepat popularitasnya hingga memicu antrean pembelian dan pre-order.

Brand Lokal Ikut Kembangkan Variasi

Sejumlah jenama lokal mulai menghadirkan berbagai kreasi dari tren ini seperti varian biscoff, matcha, hingga stroberi.

Produk turunan juga bermunculan dalam bentuk donat mochi, risol, hingga es krim dengan isian serupa.

Adi mengatakan, "Dubai Chewy Cookie jadi contoh bagaimana camilan viral bisa mendorong dua kebiasaan sekaligus."

Ia menambahkan, "Ada yang ingin langsung mencicipi, ada juga yang tertarik ikut berkreasi."

Fenomena ini dinilai turut mendorong pertumbuhan UMKM dan inovasi produk kuliner di Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan