
Pantau - Ahli gastroenterologi Dr. Kyle Staller mengungkapkan masalah pencernaan dapat berkontribusi pada munculnya kabut otak atau brain fog yang ditandai dengan kesulitan berkonsentrasi hingga pikiran terasa tidak fokus.
Menurut publikasi The New York Times yang dikutip Channel News Asia, banyak pasien dengan gangguan pencernaan juga mengalami gangguan konsentrasi dan perasaan mental yang berat.
“Perasaan berat atau terbebani baik secara fisik maupun mental,” kata Dr. Kyle Staller saat menggambarkan kondisi pasien yang mengalami sembelit dan kembung.
Hubungan Usus dan Otak Jadi Sorotan
Sejumlah ilmuwan menjelaskan hubungan antara saluran pencernaan dan otak terjadi melalui ribuan serabut saraf yang disebut saraf vagus.
Saraf tersebut menjadi jalur utama komunikasi pada sumbu usus-otak dan berfungsi membantu tubuh beristirahat, mencerna makanan, serta mengurangi peradangan.
Selain itu, bakteri usus juga menghasilkan neurotransmiter seperti serotonin dan dopamin yang memengaruhi suasana hati, motivasi, dan sistem saraf.
Profesor University College Cork Irlandia Gerard Clarke menyebut kabut otak muncul akibat “koneksi yang buruk” antara usus dan otak.
Menurutnya, sinyal dari mikroba usus dapat memengaruhi berbagai area otak, termasuk hipokampus yang berkaitan dengan memori dan pembelajaran, korteks prefrontal yang berhubungan dengan kejernihan berpikir, hingga amigdala yang memproses rasa takut dan kecemasan.
Pola Hidup Sehat Dinilai Penting
Dr. Kyle Staller juga menjelaskan disfungsi sistem saraf otonom dapat memicu masalah pencernaan sekaligus kabut otak.
Sementara itu, para ilmuwan menyebut belum ada metode spesifik untuk mengatasi kabut otak melalui saluran pencernaan.
Meski demikian, menjaga kesehatan usus dinilai dapat membantu mendukung kejernihan pikiran.
Gerard Clarke menyarankan masyarakat memperbanyak konsumsi makanan kaya serat seperti sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, gandum utuh, dan makanan fermentasi untuk menjaga keseimbangan mikrobioma usus.
Psikolog Universitas Michigan Megan Riehl juga menekankan pentingnya tidur cukup, olahraga rutin, serta membatasi konsumsi kafein dan makanan olahan rendah serat demi menjaga kesehatan pencernaan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





