
Pantau - Pendingin ruangan atau AC sering menjadi andalan untuk mendapatkan udara sejuk saat musim panas, namun penggunaan berlebihan disebut berisiko memicu masalah kesehatan seperti gejala flu musim panas.
Direktur Bidang Penyakit Dalam di Sir H. N. Reliance Foundation Hospital, Dr. Divya Gopal, mengatakan udara dingin dari AC dapat memengaruhi sistem pernapasan akibat perubahan suhu mendadak.
Masalah kesehatan dapat muncul ketika tubuh terus-menerus berpindah antara dua suhu ekstrem, misalnya suhu luar ruangan mendekati 40 derajat Celsius sementara suhu dalam ruangan sekitar 20 derajat Celsius.
Perubahan suhu ekstrem terjadi saat seseorang keluar dari ruangan ber-AC menuju udara panas di luar atau berpindah ke area rumah yang lebih hangat seperti dapur tanpa AC.
"Lapisan halus pada hidung dan saluran pernapasan sebenarnya terbiasa dengan perubahan suhu yang terjadi perlahan, bukan secara tiba-tiba. Ketika tubuh mendingin terlalu cepat, pembuluh darah di hidung menyempit lalu melebar dengan cepat, yang dapat menyebabkan vasomotor rhinitis," ungkap Dr. Gopal.
Udara Kering dari AC Bisa Ganggu Saluran Pernapasan
Kondisi vasomotor rhinitis dapat membuat hidung membengkak, menghasilkan lendir, dan memicu gejala seperti pilek atau hidung tersumbat meskipun tidak ada infeksi.
Tubuh disebut membutuhkan penyesuaian suhu secara bertahap sehingga perubahan suhu yang terlalu sering dapat memicu gejala menyerupai flu biasa.
Selain perubahan suhu, kelembapan udara juga menjadi faktor penting karena AC menciptakan udara sangat kering dengan menghilangkan banyak kelembapan dari ruangan.
Dr. Gopal menyebut kelembapan udara ideal di dalam ruangan berada di kisaran 40 hingga 60 persen.
Jika AC digunakan terlalu lama, kelembapan udara bisa turun hingga 20 sampai 30 persen.
"Udara kering membuat lapisan lendir di hidung mengering sehingga lebih lemah dan kurang mampu menangkap virus maupun polutan," kata Dr. Gopal.
Udara lembap secara alami membantu mengembalikan kelembapan pada saluran hidung dan tenggorokan yang kering sehingga dapat mengurangi iritasi akibat udara kering dari AC.
Banyak orang disebut merasa gejala seperti hidung tersumbat, tenggorokan kering, dan flu musim panas berkurang setelah berpindah ke lingkungan yang lebih lembap.
Filter AC Kotor Bisa Picu Iritasi
Kondisi AC yang tidak bersih juga dapat menjadi penyebab gejala flu musim panas terus berulang.
Dr. Gopal mengingatkan pentingnya membersihkan filter AC secara rutin.
Filter AC yang tidak dibersihkan dapat dipenuhi debu, serbuk sari, jamur, dan bakteri yang kemudian beredar di udara yang dihirup.
Partikel-partikel tersebut dapat memicu peradangan mirip alergi, menyebabkan bersin, mudah lelah, dan iritasi hidung berkepanjangan.
AC disarankan untuk diservis dan dibersihkan secara berkala agar kualitas udara di dalam ruangan tetap baik.
Dr. Gopal menegaskan perbedaan suhu antara luar dan dalam ruangan saat musim panas sebaiknya berada dalam rentang 8 hingga 10 derajat Celsius.
"Jika suhu di luar mencapai 40°C, Anda bisa mengatur AC di 28 atau 30°C terlebih dahulu. Setelah itu, turunkan perlahan ke 24 atau 26°C agar tubuh dapat menyesuaikan diri tanpa memberi tekanan pada sistem pernapasan," ujarnya.
Jika gejala flu musim panas berlangsung lebih dari seminggu dan disertai demam atau nyeri tubuh, masyarakat disarankan segera berkonsultasi dengan dokter.
- Penulis :
- Gerry Eka





