
Pantau - Industri teh di Gunung Jingting, Kota Xuancheng, Provinsi Anhui, China, mendorong pertumbuhan pariwisata seiring meningkatnya kunjungan wisatawan pada musim panen teh awal April 2026.
Kawasan yang dikenal sejak era Dinasti Tang ini memadukan keindahan alam dengan aktivitas budi daya teh yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
Gunung Jingting memiliki kebun teh seluas lebih dari 10.000 mu atau sekitar 666,67 hektare yang menjadi pusat produksi teh hijau di wilayah tersebut.
Integrasi Industri Teh dan Pariwisata
Otoritas setempat memanfaatkan potensi alam dan warisan budaya untuk mengintegrasikan sektor pertanian teh dengan pariwisata.
Wisatawan kini dapat menikmati pengalaman berjalan di kebun teh, menyaksikan proses pemetikan daun, hingga merasakan suasana puitis yang pernah dipuji penyair legendaris Li Bai.
Kehadiran wisata berbasis teh ini menjadi daya tarik baru yang meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pesona Alam dan Budaya Jadi Magnet Wisata
Gunung Jingting dikenal memiliki nilai historis dan budaya tinggi yang memperkuat daya tarik kawasan tersebut.
Pemandangan kebun teh yang luas berpadu dengan nuansa sastra klasik menjadikan lokasi ini destinasi unik di China timur.
Musim panen teh yang berlangsung saat ini semakin memperkuat daya tarik wisata karena pengunjung dapat melihat langsung aktivitas para pekerja di lapangan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








