HOME  ⁄  Ekonomi

BBTF 2026 Ubah Arah Pasar ke ASEAN dan Negara Terdekat, Target Transaksi Turun Jadi Rp6,8 Triliun

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

BBTF 2026 Ubah Arah Pasar ke ASEAN dan Negara Terdekat, Target Transaksi Turun Jadi Rp6,8 Triliun
Foto: Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana bersama sellers dan buyers pameran perjalanan wisata BBTF 2026 dalam sesi B2B travex di Kabupaten Badung, Bali, Jumat (29/5/2026). (sumber: ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)

Pantau - Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 resmi mengubah arah pasar ke negara-negara terdekat dan menargetkan transaksi sekitar Rp6,8 triliun dalam penyelenggaraan yang berlangsung di Bali International Convention Center pada 28–30 Mei 2026.

Pergeseran Fokus Pasar Wisata ke Kawasan Terdekat

Ketua Panitia BBTF 2026 I Putu Winastra menyampaikan bahwa perubahan target pasar dilakukan berdasarkan arahan Gubernur Bali dan Kementerian Pariwisata untuk menggeser fokus dari pasar jarak jauh ke pasar jarak dekat.

BBTF 2026 kini lebih banyak dihadiri pelaku wisata dari kawasan ASEAN, Asia, dan Afrika dibandingkan tahun sebelumnya yang didominasi pasar Eropa.

Jumlah peserta tercatat mencapai 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers dari empat negara termasuk Indonesia, dan angka tersebut melampaui target awal penyelenggara.

Target Transaksi dan Dinamika Nilai Ekonomi

Meskipun jumlah peserta meningkat, potensi transaksi BBTF 2026 diperkirakan tidak setinggi tahun sebelumnya karena perbedaan karakter wisatawan dari pasar jarak dekat.

Target transaksi diturunkan menjadi sekitar Rp6,8 triliun atau turun sekitar 12 persen dibanding capaian BBTF 2025 yang mencapai Rp7,84 triliun.

Penurunan tersebut dipengaruhi oleh durasi tinggal wisatawan dari negara dekat yang umumnya kurang dari satu minggu, sementara wisatawan dari negara jauh bisa mencapai 2–3 minggu.

Penyelenggara juga memanfaatkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar yang membuat paket wisata Indonesia lebih kompetitif di pasar internasional.

BBTF 2026 diharapkan tetap memperkuat posisi Bali sebagai destinasi utama pariwisata meski terjadi perubahan strategi pasar secara signifikan.

Penulis :
Arian Mesa