
Pantau - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, menilai penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang dimulai pada Juni 2026 dapat menjadi momentum kebangkitan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia melalui maraknya kegiatan nonton bareng yang berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Chusnunia dalam keterangan resmi di Jakarta pada Jumat, 29 Mei 2026.
Ia mengatakan, "Terlebih stasiun kebanggaan kita TVRI akan menyiarkan langsung Piala Dunia yang bisa dinikmati masyarakat dan seperti biasanya nobar akan digelar yang harapannya bisa menggerakkan perekonomian rakyat, khususnya para pelaku UMKM."
Menurut Chusnunia, Piala Dunia dapat menjadi salah satu roda penggerak pertumbuhan UMKM di berbagai daerah.
Hal tersebut didukung oleh kebijakan pemerintah yang mengizinkan pelaku usaha kecil menggelar nonton bareng tanpa membayar biaya lisensi.
Pelaku usaha dapat memanfaatkan fasilitas tersebut dengan syarat melakukan pendaftaran dan kegiatan yang diselenggarakan tidak bersifat komersial.
Nobar Piala Dunia Berpotensi Tingkatkan Omzet UMKM
Chusnunia menjelaskan bahwa maraknya kegiatan nonton bareng selama Piala Dunia berpotensi meningkatkan pendapatan berbagai sektor usaha kecil.
Ia mengungkapkan, "Momentum nobar yang menjamur di berbagai daerah berdampak langsung pada lonjakan omzet pedagang makanan dan minuman, warung kopi, hingga penyedia jasa transportasi."
Komisi VII DPR RI yang membidangi UMKM dan sarana publikasi melihat peluang ekonomi yang besar dari penyelenggaraan ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.
Chusnunia meyakini Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi sarana hiburan dan olahraga bagi masyarakat.
Ajang tersebut juga dinilai dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menggerakkan ekonomi lokal.
TVRI Sediakan Lisensi Gratis bagi Pelaku UMKM
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI ditetapkan sebagai pemegang hak siar resmi Piala Dunia 2026 di Indonesia.
Direktur Pengembangan Usaha LPP TVRI, Retno Wulan Kartiko Purbojati, menyatakan bahwa pelaku UMKM dapat mengadakan nonton bareng tanpa dikenakan biaya lisensi.
Retno mengatakan, "UMK itu kami berikan lisensi secara gratis, yang penting daftar."
TVRI memberikan lisensi gratis kepada pelaku usaha mikro dan kecil yang telah melakukan registrasi.
Retno menjelaskan bahwa kegiatan nonton bareng yang bersifat nonkomersial tidak dikenakan biaya lisensi.
Kegiatan nonkomersial yang dimaksud adalah tanpa sponsor dan tanpa penjualan tiket kepada penonton.
Warung dan pelaku usaha kecil lainnya juga dapat memanfaatkan fasilitas lisensi gratis tersebut.
Ia mengatakan, "Misalnya seperti warung-warung, kami ajak mari kita nonton bareng ataupun mengadakan nonton bareng. Kami berikan lisensi secara gratis."
Pendaftaran izin penyelenggaraan nonton bareng Piala Dunia 2026 dilakukan melalui laman https://bolagembira.tvrinews.com.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat selama berlangsungnya Piala Dunia 2026.
TVRI berharap semakin banyak pelaku UMKM yang memanfaatkan momentum Piala Dunia untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas aktivitas usaha mereka.
- Penulis :
- Leon Weldrick
- Editor :
- Leon Weldrick





