HOME  ⁄  Lifestyle

Tujuh Kebiasaan Pagi Hari yang Dapat Meningkatkan Risiko Gangguan Kesehatan Jantung

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Tujuh Kebiasaan Pagi Hari yang Dapat Meningkatkan Risiko Gangguan Kesehatan Jantung
Foto: (Sumber : Ilustrasi seorang wanita minum air putih. ANTARA/HO-Pexels/Adrienn.)

Pantau - Sejumlah kebiasaan di pagi hari seperti melewatkan sarapan hingga langsung terpapar stres dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan jantung jika dilakukan secara berulang.

Kebiasaan Pagi yang Picu Risiko

Konsultan kardiolog intervensi di Manipal Hospital, Pune, Dr Akash Motgi menjelaskan kondisi tubuh di pagi hari sangat rentan karena terjadi peningkatan tekanan darah dan hormon stres.

“Meski ini proses normal, ada kebiasaan tertentu yang bisa memperburuk dampaknya pada arteri seiring waktu dan berkontribusi pada hasil kesehatan jantung yang lebih buruk,” ungkapnya.

Ia menyebutkan beberapa kebiasaan yang berisiko antara lain melewatkan sarapan yang dapat memicu lonjakan gula darah dan kolesterol.

Selain itu, konsumsi makanan tinggi garam atau olahan di pagi hari juga meningkatkan tekanan darah karena kelebihan natrium.

Minum kafein berlebihan saat perut kosong turut memicu peningkatan detak jantung dan tekanan darah dalam beberapa jam.

Merokok setelah bangun tidur juga dinilai berbahaya karena nikotin menyebabkan penyempitan pembuluh darah.

Kurangnya aktivitas fisik di pagi hari membuat sirkulasi darah melambat dan memicu kekakuan arteri.

Mengabaikan hidrasi setelah bangun tidur dapat membuat darah lebih kental dan meningkatkan beban kerja jantung.

Memulai hari dengan stres seperti terburu-buru atau langsung melihat layar juga meningkatkan hormon kortisol yang berdampak buruk bagi jantung.

Dampak Jangka Panjang dan Pencegahan

Akash menegaskan kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus dapat menyebabkan penumpukan plak dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

“Paparan berulang terhadap pemicu kecil namun tidak sehat dapat menyebabkan kekakuan arteri, penumpukan plak, dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular,” ujarnya.

Ia menyarankan perubahan sederhana seperti sarapan seimbang, cukup minum air, mengurangi garam, dan mengelola stres sejak pagi hari.

Pemeriksaan kesehatan rutin juga penting terutama bagi individu dengan tekanan darah tinggi, diabetes, atau kolesterol tinggi.

Menurutnya, jika kondisi pembuluh darah memburuk, pasien bisa memerlukan tindakan medis seperti pemasangan stent atau operasi bypass.

“Jika penyempitan pembuluh darah memburuk, aliran darah ke organ akan menurun,” jelasnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf