
Pantau - Nanik S Deyang mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena alasan kesehatan setelah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.
Pengunduran Diri Dikonfirmasi Istana
Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan Dirgayuza Setiawan membenarkan pengunduran diri Nanik sebagai Kepala BGN.
"Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," ungkap Dirgayuza.
Ia menjelaskan Nanik telah memimpin BGN sekitar satu setengah bulan dan selama masa tersebut melakukan berbagai langkah reformasi di internal lembaga.
Dirgayuza menyebut sejumlah langkah yang dilakukan antara lain mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengklasifikasikan 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, menghentikan ekspansi dapur di wilayah jenuh, menemukan 414 SPPG bermasalah sehingga ratusan miliar rupiah kembali ke kas negara, membentuk 11 tim reformasi, memfokuskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada penerima manfaat yang paling membutuhkan, serta menghadirkan tenaga profesional dari lintas kementerian dan lembaga.
Nanik Tetap Diminta Mengawasi BGN
Dalam pernyataan melalui media sosialnya, Nanik menyampaikan bahwa dirinya akan berangkat ke luar negeri untuk menjalani pengobatan penyakit jantung.
"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," ujar Nanik.
Nanik juga mengungkapkan adanya potensi Presiden Prabowo Subianto membentuk dewan pengawas BGN dan implementasi MBG dengan dirinya sebagai ketua dewan pengawas tersebut.
Ia menegaskan tetap akan mendukung upaya Presiden Prabowo dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat meski tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





