
Pantau - Kementerian Kebudayaan menjajaki kolaborasi dengan Association for Saving of Underwater Cultural Heritage (ASUCH) dalam pelestarian cagar budaya bawah air, termasuk pencarian bangkai kapal Portugis Flor de la Mar di Selat Malaka, Jumat (1/5/2026).
Kolaborasi dan Pencarian Kapal Bersejarah
Menteri Kebudayaan Fadli Zon membuka dialog dengan Ketua ASUCH Nikolaus Graf Sandizell untuk membahas potensi riset dan pencarian kapal Flor de la Mar menggunakan teknologi penginderaan jarak jauh.
Ia menyebut kapal tersebut merupakan aset sejarah maritim bernilai tinggi yang membawa muatan berharga sebelum tenggelam.
“Saat ditampilkan di museum bertema maritim, nantinya kapal Flor de la Mar ini bisa menjadi masterpiece atau daya tarik utama wisatawan," ujar Fadli.
Potensi Museum dan Penguatan Kedaulatan
Fadli menilai penemuan kapal itu dapat menjadi cikal bakal museum maritim kelas dunia sekaligus mendorong ekonomi budaya dan edukasi sejarah.
Ia juga menegaskan pencarian harus didukung analisis data historis dan teknologi pemetaan bawah air yang akurat.
“Kolaborasi ini tidak hanya menjadi tugas dari Kementerian Kebudayaan saja, tapi juga melibatkan banyak instansi seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), hingga Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk berdiskusi,” katanya.
Selain itu, Kementerian Kebudayaan akan berkoordinasi lintas lembaga untuk menyusun kajian ilmiah dan regulasi terkait pelestarian cagar budaya bawah air.
“Kami selalu berupaya untuk meneguhkan kedaulatan Indonesia melalui pemulihan cagar budaya bawah air," ujar Fadli.
Sementara itu, Ketua ASUCH Nikolaus Graf Sandizell menyambut positif kerja sama tersebut.
“Kami juga berharap dapat melakukan pertukaran ilmu pengetahuan melalui pelatihan, pengalaman dan pengetahuan arkeologis selama kerja sama ini,” ungkapnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan





