
Pantau - Guru Besar Antropologi Universitas Indonesia Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto mengamati adanya perubahan ukuran kenyamanan hidup di kalangan kaum muda perkotaan yang kini tidak lagi hanya berfokus pada pendapatan tinggi dan kepemilikan aset.
Semiarto mengatakan generasi muda saat ini mulai menjadikan waktu luang dan kesehatan mental sebagai indikator utama dalam menentukan kenyamanan hidup.
“Waktu luang yang dikaitkan dengan kesehatan mental itu menjadi indikator utama perubahan hidup nyaman,” kata Prof. Semiarto kepada ANTARA, Jumat (8/5/2026).
Menurut dia, kaum muda sekarang cenderung menghindari pola hidup penuh tekanan demi mengejar target finansial semata.
“Jadi bukan hidup yang selalu penuh target, dikejar-kejar, capek-capek tertentu, duitnya banyak tapi enggak nyaman,” ujarnya.
Pola Konsumsi Kaum Muda Ikut Berubah
Semiarto yang juga pernah menjabat Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI periode 2021-2025 menilai pola konsumsi generasi muda urban kini menjadi lebih selektif dan mempertimbangkan fungsi serta pengalaman.
Ia menyebut kaum muda tidak lagi terpaku pada barang mahal atau jumlah kepemilikan yang banyak.
“Tidak perlu yang paling mahal atau jumlahnya banyak. Yang penting cukup, bermakna, ada fungsi dan estetikanya,” katanya.
Menurutnya, perubahan tersebut terlihat dari kebiasaan sehari-hari masyarakat perkotaan seperti menikmati kopi yang kini tidak hanya soal minuman, tetapi juga pengalaman suasana dan ruang.
“Sekarang pengalaman menjadi penting. Minum kopi bukan sekadar minum kopi, tapi pengalaman menikmati ruang dan suasananya,” ujarnya.
Pergeseran dari Material ke Pengalaman
Secara antropologis, Semiarto melihat terjadi pergeseran dari material comfort atau kenyamanan karena memiliki sesuatu menjadi experiential comfort yakni kenyamanan yang diperoleh dari pengalaman hidup.
Namun demikian, ia menilai ukuran kenyamanan hidup kaum muda di perkotaan berbeda dengan generasi muda di daerah atau perdesaan yang fasilitas pendukungnya masih terbatas.
Menurut dia, masyarakat di daerah umumnya masih mengaitkan kenyamanan hidup dengan stabilitas ekonomi, pekerjaan tetap, dan kepemilikan aset seperti rumah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





