
Pantau - Dua individu bunga rafflesia jenis Arnoldii mekar sempurna secara bersamaan di kawasan hutan Palupuh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Pegiat Wisata Palupuh Joni Hartono mengatakan salah satu bunga rafflesia telah mekar pada hari ketiga, sementara bunga lainnya memasuki hari ketujuh.
“Bunga rafflesia mekar hari ketujuh sudah berwarna hitam dan beberapa hari lagi bakal layu,” kata Joni Hartono.
Kedua bunga langka dan dilindungi tersebut mekar dengan jarak sekitar 50 meter satu sama lain di kawasan hutan Palupuh.
Keberadaan bunga rafflesia menjadi daya tarik wisatawan mancanegara, termasuk wisatawan dari Belanda dan Prancis.
“Ada 40 wisatawan mancanegara berkunjung ke dua bunga rafflesia tersebut,” ujar Joni Hartono.
Saat ini masih terdapat banyak knop atau bonggol bunga rafflesia yang diperkirakan akan mekar dalam beberapa minggu ke depan.
“Masih ada yang bakal mekar dalam waktu dekat. Selama Januari sampai 9 Mei 2026, enam bunga rafflesia yang mekar,” kata Joni Hartono.
Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Ade Putra, mengatakan kawasan Palupuh memang menjadi habitat berbagai bunga langka.
Di kawasan tersebut banyak ditemukan bunga rafflesia, bunga rhizanthes, dan bunga bangkai.
“Bunga rafflesia hampir setiap tahun mekar sempurna di lokasi tersebut,” kata Ade Putra.
Kecamatan Palupuh memiliki kawasan Cagar Alam Batang Palupuh dengan luas sekitar 3,4 hektare.
Kawasan tersebut merupakan area konservasi flora langka, khususnya rafflesia arnoldii, yang pertama kali ditemukan pada 1930.
Setelah penemuan bunga langka tersebut, Pemerintah Belanda menetapkan kawasan itu sebagai Cagar Alam Batang Palupuh melalui Gubernur Besluit No 3 STBL No 402 pada 14 November 1930.
- Penulis :
- Gerry Eka





