HOME  ⁄  Nasional

Dana Hibah Rp140 Juta Digelontorkan untuk Kembangkan Ekowisata Mangrove Penajam

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Dana Hibah Rp140 Juta Digelontorkan untuk Kembangkan Ekowisata Mangrove Penajam
Foto: (Sumber: Suasana Ekowisata Mangrove di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. ANTARA/HO-dokumen Humas Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.)

Pantau - Pemerintah pusat melalui program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) menyalurkan dana hibah sekitar Rp140 juta untuk memperkuat pengembangan kawasan Ekowisata Mangrove di Kelurahan Kampung Baru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya rehabilitasi mangrove sekaligus penguatan ekonomi masyarakat pesisir berbasis lingkungan.

“Program M4CR menjadi bagian dari upaya rehabilitasi mangrove (bakau) sekaligus penguatan ekonomi masyarakat pesisir berbasis lingkungan,” kata Provincial Project Implementation Unit Manajer M4CR Kaltim Asman Aziz di Penajam, Sabtu.

Program M4CR Dorong Ekonomi Masyarakat Pesisir

Program M4CR merupakan kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Bank Dunia yang kini dijalankan Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan.

Asman mengatakan program tersebut difokuskan untuk pengembangan kawasan pesisir sekaligus menjaga ekosistem mangrove yang memiliki fungsi penting bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Diharapkan program M4CR berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Asisten I Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara Nicko Herlambang menyebut bantuan hibah tersebut menjadi peluang memperkuat wisata berbasis lingkungan.

“Bantuan hibah usaha produktif (matching grants) Rp140 juta untuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjung Berseri di kawasan Ekowisata Mangrove, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam,” ungkap Nicko.

Ekowisata Mangrove Jadi Sarana Edukasi dan Konservasi

Pemerintah daerah menilai kawasan mangrove memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam berkelanjutan apabila dikelola secara optimal bersama masyarakat.

Kawasan Ekowisata Mangrove Kampung Baru memiliki luas sekitar 60 hektare dan difokuskan sebagai kawasan konservasi serta wisata edukasi.

Fasilitas utama di kawasan tersebut berupa jembatan titian sepanjang 677,8 meter yang menjadi daya tarik wisatawan.

Pemerintah berharap pengelolaan kawasan dilakukan secara transparan dan tepat sasaran agar mampu meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan pesisir di tengah meningkatnya aktivitas wisata.

Penulis :
Ahmad Yusuf