HOME  ⁄  Nasional

DKI Kerahkan 200 Petugas Kebersihan Saat Pencanangan HUT ke-499 Jakarta

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

DKI Kerahkan 200 Petugas Kebersihan Saat Pencanangan HUT ke-499 Jakarta
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Warga diajak untuk memilah sampah dari rumah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mendeklarasikan gerakan “Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah” dalam rangkaian Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta Menuju 5 Abad di Koridor Jalan HR Rasuna Said, Pedestrian Pasar Festival, Jakarta Selatan, pada 10 mei 2026. ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta..)

Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan 200 petugas kebersihan di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, saat deklarasi “Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah” dalam rangkaian pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta pada Minggu (10/5/2026).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan pengerahan petugas dilakukan untuk memastikan kawasan kegiatan tetap bersih dan tertata.

“Untuk memastikan kawasan kegiatan tetap bersih, nyaman, dan tertata, DLH DKI Jakarta mengerahkan 200 petugas kebersihan beserta sarana dan prasarana pendukung di sepanjang Jalan HR Rasuna Said,” ujar Dudi di Jakarta, Sabtu (9/5/2026).

DLH DKI Jakarta juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung berupa tiga unit road sweeper, dua truk anorganik, dua truk compactor listrik, 100 dust bin, tiga tong sulo, 1.000 kantong plastik, lima bus toilet, dua tangki air kotor, dan dua tangki air bersih.

Pemprov DKI Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah

Dalam kegiatan deklarasi tersebut, Pemprov DKI mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah sebagai langkah memperkuat pengelolaan sampah di Jakarta.

Dudi menjelaskan sebagian besar sampah di Jakarta berasal dari rumah tangga dengan komposisi dominan sampah organik dan anorganik yang masih dapat didaur ulang.

“Melalui Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber, kami ingin mengajak masyarakat memahami bahwa memilah sampah bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bersama untuk menyelamatkan Jakarta dari darurat sampah,” katanya.

Menurut Dudi, pemilahan sampah dari rumah memungkinkan sebagian besar sampah diselesaikan di tingkat hulu sehingga hanya sampah residu yang dikirim ke fasilitas pengolahan akhir.

TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu

Dudi mengatakan langkah pemilahan sampah semakin penting karena mulai 1 Agustus 2026 TPST Bantargebang hanya akan menerima sampah residu.

Bahkan, pada 2027 TPST Bantargebang ditargetkan tidak lagi menerima sampah sehingga perubahan perilaku warga dinilai menjadi kunci pengelolaan sampah berkelanjutan.

Sejumlah wilayah di Jakarta, termasuk Kelurahan Rorotan, disebut sudah mulai menerapkan sistem pemilahan sampah dan akan dijadikan model untuk diterapkan di wilayah lain.

“Gerakan memilah sampah organik, anorganik, limbah B3 rumah tangga, dan residu dari sumber merupakan langkah sederhana, tetapi berdampak besar bagi masa depan Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tutur Dudi.

Penulis :
Ahmad Yusuf