
Pantau - Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber dan meminta budaya pilah sampah dijadikan gerakan nasional.
“Budaya Pilah Sampah harus jadi gerakan nasional demi melindungi kesehatan masyarakat dan masa depan kota atau lingkungan kita,” kata Puan Maharani dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).
Kebijakan tersebut tertuang dalam Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 yang mulai diberlakukan pada Minggu, 10 Mei 2026.
Aturan itu mewajibkan warga Jakarta memilah sampah rumah tangga ke dalam empat kategori, yakni sampah organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu.
Warga Wajib Pilah Sampah dari Rumah
Dalam aturan tersebut, sampah organik seperti sisa makanan dan daun akan diolah melalui komposting, maggot, atau biodigester.
Sementara sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam diarahkan masuk ke bank sampah atau proses daur ulang.
Puan menilai kebijakan pilah sampah bukan hanya program teknis pengelolaan lingkungan, tetapi bagian dari perubahan budaya hidup masyarakat perkotaan.
“Kebijakan ini juga menjadi bagian dari perubahan budaya hidup masyarakat perkotaan yang semakin mendesak untuk dilakukan,” ujarnya.
Ia menegaskan persoalan sampah saat ini berkaitan dengan kualitas kesehatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan hidup di masa depan.
“Yang dipertaruhkan hari ini adalah kualitas kesehatan masyarakat, kualitas ruang hidup generasi muda, serta kemampuan kota-kota besar Indonesia bertahan menghadapi tekanan urbanisasi dan krisis lingkungan jangka panjang,” ungkapnya.
DPR Dukung Kebijakan Lingkungan Berkelanjutan
Puan menyebut persoalan utama pengelolaan sampah nasional bukan hanya meningkatnya volume sampah, tetapi pola pikir masyarakat yang menganggap sampah selesai setelah diangkut dari rumah.
“Padahal, sampah yang tidak dikelola dengan baik pada akhirnya kembali menjadi persoalan kesehatan, pencemaran, banjir, hingga penurunan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam bentuk edukasi berkelanjutan dan sistem pengelolaan sampah yang jelas.
“Negara juga perlu memastikan masyarakat memperoleh kemudahan sistem, edukasi yang berkelanjutan, dan kepastian bahwa sampah yang sudah dipilah benar-benar dikelola dengan baik dan tepat,” tuturnya.
Puan menambahkan budaya memilah sampah perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda sebagai bagian dari perlindungan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Budaya memilah sampah, mengurangi limbah rumah tangga, dan menjaga lingkungan juga perlu dibangun sebagai kebiasaan generasi muda,” katanya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





