HOME  ⁄  Nasional

Pramono Bersyukur Jakarta Kini Jadi Kota Aman dan Nyaman di ASEAN

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pramono Bersyukur Jakarta Kini Jadi Kota Aman dan Nyaman di ASEAN
Foto: (Sumber: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Uskup Agung Jakarta Igantius Suharyo melepas kegiatan Jalan Santai Kerukunan dan Kebhinekaan Lintas Agama di Katedral, Jakarta, Sabtu (9/5/2026). ANTARA/Lia Wanadriani Santosa..)

Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku bersyukur kondisi Jakarta kini semakin aman dan nyaman, yang ditunjukkan melalui lancarnya berbagai kegiatan lintas agama dan perayaan keagamaan sepanjang akhir 2025 hingga 2026.

“Saya bersyukur karena hampir semua hal yang dulu menjadi ketegangan, sekarang ini di Jakarta menjadi aman dan nyaman,” ujar Pramono di Jakarta, Sabtu (9/5/2026).

Pernyataan itu disampaikan Pramono saat menghadiri kegiatan Jalan Santai Kerukunan dan Kebhinekaan Lintas Agama di Katedral Jakarta bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Uskup Agung Jakarta Ignatius Suharyo.

Pramono menyebut berbagai kegiatan keagamaan seperti Christmas Carol, Nyepi, Imlek, Ramadhan, hingga Idul Fitri dapat berlangsung aman dan tertib di Jakarta.

Ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Jakarta, termasuk Keuskupan Agung Jakarta, yang dinilai turut menjaga suasana kondusif di ibu kota.

Jakarta Jadi Kota Teraman Kedua di ASEAN

Pramono mengatakan Jakarta saat ini menempati posisi kedua kota teraman di ASEAN setelah Singapura berdasarkan laporan Global Residence Index edisi 16 Januari 2026.

“Jakarta sekarang menjadi kota teraman nomor dua di ASEAN setelah Singapura,” katanya.

Menurut laporan tersebut, Jakarta memperoleh skor keamanan 0,72, sedangkan Singapura berada di posisi pertama dengan skor 0,90.

Pramono mengungkapkan sebelumnya Jakarta hanya berada di peringkat enam dan tujuh dalam daftar kota aman di kawasan Asia Tenggara.

Ia menilai salah satu faktor yang mendukung peningkatan tersebut adalah kebijakan Pemprov DKI Jakarta membuka kawasan Monumen Nasional (Monas) untuk berbagai kegiatan keagamaan dan kebudayaan.

Toleransi Jadi Kekuatan Jakarta

Pramono menilai penyelenggaraan acara lintas agama di ruang publik menjadi simbol kuatnya toleransi dan keberagaman di Jakarta.

Menurutnya, keberhasilan berbagai kegiatan keagamaan berjalan lancar membuktikan Jakarta mampu menjaga kerukunan antarumat beragama.

Setelah Jakarta, daftar kota teraman di ASEAN ditempati Bangkok, Vientiane, Hanoi, Kuala Lumpur, Phuket, Ho Chi Minh City, Phnom Penh, dan Manila.

Penulis :
Aditya Yohan