HOME  ⁄  Lifestyle

Wisata Kota Kuno dan Ekonomi Pengalaman Jadi Tren Baru Pariwisata China

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Wisata Kota Kuno dan Ekonomi Pengalaman Jadi Tren Baru Pariwisata China
Foto: (Sumber: Dalam sidang tahunan "Dua Sesi" China pada 2026, ekonomi pengalaman menjadi salah satu kata kunci utama di sektor pariwisata budaya. ANTARA/Xinhua.)

Pantau - Tren pariwisata di China mengalami perubahan dari sekadar aktivitas berfoto di tempat wisata menjadi pengalaman budaya yang lebih imersif dan interaktif melalui konsep “wisata kota kuno + ekonomi pengalaman”.

Konsep tersebut berkembang pesat di berbagai wilayah China dalam beberapa tahun terakhir dan dinilai menjadi pendorong baru bagi pertumbuhan konsumsi serta sektor pariwisata budaya.

Wisatawan kini lebih tertarik menyusuri jalanan bersejarah, mengenakan busana tradisional Hanfu, hingga membuat kerajinan tangan warisan budaya takbenda atau Intangible Cultural Heritage (ICH) secara langsung.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan China, jumlah pelancong lintas provinsi selama masa liburan meningkat 7,6 persen secara tahunan.

Pengeluaran masyarakat untuk menyaksikan pertunjukan juga meningkat 17,6 persen.

Selama libur Hari Buruh atau May Day, pasar pariwisata China mengalami pergeseran dari perjalanan singkat menuju wisata yang lebih mendalam dan berorientasi pada pengalaman.

Ekonomi pengalaman disebut menjadi mesin baru dalam mendorong potensi konsumsi masyarakat.

Pengalaman Budaya Interaktif Ramai Diminati

Di kota kuno Datong, berbagai toko kerajinan ICH, fotografi busana tradisional, dan pengalaman budaya interaktif ramai dikunjungi wisatawan.

Salah satu toko pengalaman ICH di Datong menampilkan seni menggunting kertas dan teknik menggosok tembaga khas daerah tersebut.

Kepala toko pengalaman ICH Li Qing mengatakan, “Menggosok tembaga merupakan proyek workshop kerajinan ICH khas Datong. Kerajinan ini sangat interaktif dan memungkinkan wisatawan bisa merasakan langsung pesona budaya tradisional.”

Menurut Li Qing, sebagian besar pengunjung berasal dari kalangan keluarga dan pasangan.

Orang tua biasanya memilih pola kerajinan yang melambangkan keberhasilan akademik bagi anak-anak mereka, sementara pasangan lebih menyukai desain bertema romantis.

Li Qing mengatakan, “Dibandingkan produk jadinya, pengunjung justru lebih menikmati pengalaman emosional selama proses pembuatan kerajinan.”

Di sepanjang gang bergaya kuno juga terdapat studio kerajinan seperti patung adonan, patung tanah liat, tembikar, dan ukiran kenari yang memungkinkan wisatawan ikut membuat kerajinan secara langsung.

Wisatawan Wang Xin mengatakan, “Mengalami langsung pembuatan kerajinan tradisional di lingkungan kuno seperti ini memberi kami rasa keterlibatan yang kuat.”

Pergeseran Wisata Menuju Nilai Emosional

Pengalaman budaya ICH juga menjadi daya tarik utama di kota kuno Xinzhou.

Selama libur Hari Buruh, kota kuno Xinzhou menerima sekitar 573.300 kunjungan wisatawan.

Seni patung adonan Xinzhou yang merupakan produk ICH tingkat nasional di China menjadi salah satu atraksi favorit pengunjung.

Kepala Studio Patung Adonan Dahai Lu Peihong mengatakan, “Toko kami kecil, namun kami tetap menerima lebih dari 20 pengunjung setiap hari untuk mencoba membuat patung adonan.”

Presiden Akademi Pariwisata China Dai Bin mengatakan pariwisata pada dasarnya merupakan bagian dari ekonomi pengalaman.

Dai Bin mengatakan permintaan wisatawan saat ini bergeser dari nilai fungsional menjadi nilai emosional.

Integrasi budaya, perdagangan, olahraga, dan pariwisata disebut menciptakan pengalaman konsumsi baru yang lebih komprehensif dan berorientasi masa depan.

Sekretaris Jenderal Pusat Penelitian Pariwisata di Akademi Ilmu Sosial China Jin Zhun mengatakan inti ekonomi pengalaman adalah menciptakan skenario yang membangkitkan emosi dan resonansi spiritual.

Jin Zhun mengatakan, “Tembok kota kuno yang sama dapat menghasilkan nilai pengalaman yang sepenuhnya berbeda melalui eksplorasi kreatif.”

Berdasarkan Buku Hijau Pariwisata China 2025-2026, industri pariwisata China sedang membentuk ulang batas konsumsi dengan menempatkan pengalaman sebagai inti pengembangan sektor wisata.

Pariwisata China kini menunjukkan tren menuju kualitas yang lebih tinggi, lebih beragam, dan lebih fokus pada pengalaman pengunjung.

Penulis :
Gerry Eka