HOME  ⁄  Lifestyle

Ancaman Hantavirus Kembali Disorot Setelah Muncul Kasus di Kapal Pesiar MV Hondius

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Ancaman Hantavirus Kembali Disorot Setelah Muncul Kasus di Kapal Pesiar MV Hondius
Foto: (Sumber: Perahu-perahu menuju kapal pesiar MV Hondius yang sejumlah penumpangnya terinfeksi hantavirus di Pelabuhan Granadilla di pulau Tenerife, Spanyol, Minggu (10/5/2026). ANTARA/Xinhua/Meng Dingbo/aa..)

Pantau - Hantavirus kembali menjadi perhatian dunia kesehatan setelah muncul sejumlah kasus infeksi pada kapal pesiar MV Hondius yang berlayar di wilayah Atlantik Selatan dan Antartika hingga menyebabkan gangguan pernapasan berat dan kematian pada beberapa penumpang.

Virus hanta dikenal sebagai penyakit zoonotik yang ditularkan dari hewan pengerat seperti tikus rumah, tikus sawah, dan mencit liar kepada manusia melalui urin, air liur, atau feses yang terkontaminasi.

“Kejadian pada kapal pesiar tersebut menunjukkan bahwa virus hanta masih menjadi ancaman kesehatan global yang perlu diwaspadai, terutama di tengah tingginya mobilitas manusia dan interaksi dengan lingkungan alami,” tulis Misbakhul Munir dalam telaah yang diterima di Jakarta, Selasa.

Hantavirus Serang Paru-Paru dan Ginjal

Secara ilmiah, hantavirus termasuk dalam famili Hantaviridae dan genus Orthohantavirus yang memiliki materi genetik RNA untai tunggal negatif.

Virus ini diketahui menyerang sel endotel pembuluh darah sehingga meningkatkan kebocoran cairan di dalam tubuh dan memicu gangguan serius pada organ vital seperti paru-paru serta ginjal.

Akibat infeksi tersebut, penderita dapat mengalami dua sindrom utama yakni Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal dan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang sistem pernapasan.

Pada kasus berat, penderita berisiko mengalami gagal napas maupun gagal ginjal hingga berujung kematian.

Penularan utama hantavirus terjadi melalui inhalasi partikel debu yang telah tercampur virus dari kotoran atau urin tikus yang mengering.

Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan benda tercemar ekskreta tikus maupun gigitan rodensia.

Kasus MV Hondius Jadi Sorotan Dunia

Kasus pada kapal pesiar MV Hondius menjadi perhatian internasional setelah Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengonfirmasi adanya infeksi Andes hantavirus pada klaster penumpang dan awak kapal.

Kapal tersebut membawa lebih dari seratus penumpang dari berbagai negara saat sejumlah orang mengalami gejala gangguan pernapasan berat selama perjalanan.

Kasus itu diduga melibatkan penularan antarmanusia secara terbatas karena terjadi di lingkungan kapal yang tertutup dengan interaksi intensif antarpenumpang.

Meski demikian, sebagian besar jenis hantavirus diketahui tidak mudah menular antarmanusia.

Peristiwa tersebut juga menunjukkan ancaman hantavirus tidak hanya muncul di kawasan pedesaan atau lingkungan dengan sanitasi buruk, tetapi juga dapat terjadi di area modern dengan mobilitas manusia yang tinggi.

Penulis :
Ahmad Yusuf