HOME  ⁄  Lifestyle

Fadli Zon Sebut Budaya Minum Teh Tiongkok Bisa Perkuat Hubungan Diplomatik Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Fadli Zon Sebut Budaya Minum Teh Tiongkok Bisa Perkuat Hubungan Diplomatik Indonesia
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Desa budaya teh Huanglongxian, distrik Jiangning, kota Nanjing provinsi Jiangsu, China, Selasa (10/6/2025). ANTARA/Desca Lidya Natalia/aa..)

Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai budaya minum teh dari Tiongkok mampu menjadi medium untuk mempererat hubungan diplomatik dan memperkuat dialog antarbangsa, termasuk dengan Indonesia.

“Teh yang sederhana namun penuh makna dapat menjadi jembatan antarperadaban. Budaya memiliki kekuatan untuk membangun perdamaian, memperkuat kerja sama internasional, dan menciptakan ruang dialog yang saling menghormati,” ujar Fadli Zon dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Fadli saat menghadiri peringatan International Tea Day bertajuk “Tea for Harmony, Shared Beauty” yang digelar Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok.

Menurut Fadli, teh yang berasal dari Tiongkok kini telah berkembang menjadi bahasa budaya universal yang melampaui batas negara, generasi, dan latar belakang masyarakat.

Tradisi Teh Dinilai Jadi Jembatan Budaya

Fadli juga mengapresiasi keberhasilan Tiongkok mendaftarkan Traditional Chinese Tea Processing Techniques and Associated Social Practices ke dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 2022.

Ia menyebut langkah tersebut menunjukkan komitmen Tiongkok dalam menjaga warisan budaya hidup.

Selain itu, Fadli menegaskan Indonesia juga memiliki sejarah panjang dalam tradisi teh sebagai salah satu wilayah penghasil teh penting di dunia.

Menurutnya, budaya teh Indonesia terus berkembang, mulai dari praktik tradisional di berbagai daerah hingga budaya minum teh modern yang kini semakin dekat dengan generasi muda.

Fadli turut menyoroti posisi Indonesia sebagai negara dengan keragaman budaya besar yang memiliki 16 warisan budaya takbenda yang telah diinskripsikan UNESCO, seperti wayang, batik, jamu, angklung, dan tari saman.

Hubungan Indonesia dan Tiongkok Sudah Terjalin Lama

Fadli mengatakan hubungan budaya Indonesia dan Tiongkok telah berlangsung selama berabad-abad melalui perdagangan, migrasi, dan pertukaran budaya.

Ia mencontohkan pengaruh budaya tersebut terlihat pada motif batik pesisir, perkembangan wayang kulit, hingga kesamaan artistik antara Opera Peking dengan pertunjukan tradisional Indonesia.

Selain itu, budaya jamu Indonesia juga dinilai memiliki kesamaan dengan tradisi teh dan pengobatan tradisional Tiongkok karena sama-sama berbasis herbal dan kesehatan preventif.

Sementara itu, Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong mengatakan teh sejak lama menjadi medium peradaban dan pembawa pesan perdamaian antarnegara.

“Dalam upacara minum teh, setiap orang menikmati teh yang sama dan disajikan dengan penuh penghormatan. Teh mengajarkan harmoni, saling berbagi manfaat, dan mempererat koneksi antarbangsa,” ujar Wang Lutong.

Penulis :
Aditya Yohan