
Pantau - Perusahaan teknologi medis B. Braun Indonesia menghadirkan teknologi Introcan Safety® 3 (IS3) untuk mengurangi risiko paparan darah pada tenaga kesehatan dan mendukung standar keselamatan zero blood exposure di fasilitas kesehatan.
Presiden Direktur B. Braun Indonesia Rainer Ruppel mengatakan teknologi tersebut dirancang untuk melindungi tenaga kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas layanan pasien.
“Kehadiran Introcan Safety® 3 mencerminkan komitmen kami dalam menghadirkan inovasi keselamatan global ke Indonesia yang membantu melindungi tenaga kesehatan sekaligus mendukung perawatan pasien yang berkualitas tinggi,” kata Rainer Ruppel dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan IS3 merupakan inovasi generasi terbaru kateter intravena (IV catheter) yang menggunakan teknologi blood control septum.
Teknologi Dirancang Kurangi Risiko Paparan Darah
Ruppel mengatakan teknologi IS3 dilengkapi sistem perlindungan keselamatan otomatis yang aktif saat digunakan tanpa memerlukan langkah tambahan dari pengguna.
Menurut dia, fitur keselamatan pasif tersebut membantu meminimalkan insiden kerja sekaligus menjaga efisiensi alur kerja klinis di rumah sakit.
Ia menyebut prosedur klinis harian menjadi salah satu faktor tingginya risiko paparan darah bagi dokter dan perawat.
Merujuk tinjauan sistematis klinis Fereidouni et al. 2018, risiko paparan darah saat pemasangan kateter intravena disebut mencapai 10 kali lebih tinggi dibandingkan cedera tertusuk jarum.
“Kami menghadirkan teknologi kontrol darah baru yang mendukung pendekatan zero visible blood contact selama prosedur rutin,” ujarnya.
Pakar Dorong Adopsi Teknologi Closed System
Ketua Perkumpulan Seminar Akses Intravena Indonesia (INA-PERSAI) Dr. Masfuri menilai penggunaan teknologi closed system menjadi langkah penting dalam meningkatkan keselamatan tenaga kesehatan.
“Kemajuan teknologi pada kateter IV menjadi standar baru untuk memberikan keamanan tambahan bagi tenaga kesehatan dari paparan darah serta mengurangi risiko penyebaran patogen kepada pasien. Hal ini berdampak signifikan pada kepuasan dan kenyamanan pasien,” kata Masfuri.
Ia menambahkan kehadiran teknologi tersebut dinilai dapat mendukung efisiensi rumah sakit sekaligus memperkuat standar keselamatan kerja di sektor kesehatan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





