HOME  ⁄  Nasional

BPOM dan Kemendukbangga Gelar Aksi Nasional Cegah Penyalahgunaan Obat Tertentu

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BPOM dan Kemendukbangga Gelar Aksi Nasional Cegah Penyalahgunaan Obat Tertentu
Foto: (Sumber : Kepala BPOM RI Profesor Taruna Ikrar (tengah) bersama Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka dan Gubernur Kepri Ansar Ahmad memberikan keterangan media usai membuka aksi nasional pencegahan penyalahgunaan OOT di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Kepri, Senin (25/5/2026) malam. ANTARA/Ogen.)

Pantau - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) menggelar aksi nasional pencegahan penyalahgunaan obat-obat tertentu (OOT) yang dipusatkan di Provinsi Kepulauan Riau.

Kepala BPOM RI Profesor Taruna Ikrar mengatakan langkah tersebut dilakukan karena penggunaan obat-obat tertentu semakin masif secara nasional, khususnya di tempat hiburan.

“Obat-obat ini berbeda dengan narkotika. Kalau menggunakan narkotika, hukumannya jelas ditindak sesuai UU narkotika. Tapi ada obat bukan narkotika, namun efeknya sama dengan narkotika, itulah yang disebutkan dengan obat-obat tertentu,” kata Taruna Ikrar di Tanjungpinang, Senin malam.

Ia menyebut terdapat 12 jenis obat tertentu yang diawasi ketat oleh BPOM, di antaranya Tramadol, Triheksilfenidil, Amitriptillin, hingga gas ketawa atau Nitrous Oxide.

BPOM Ungkap Ancaman Penyalahgunaan OOT

Menurut Taruna, BPOM pada 2025 telah menindak sekitar enam miliar kapsul ilegal dan berbahaya yang tersebar di Batam, Banten, Bandung, hingga Semarang.

“Bayangkan, kalau sampai kapsul ini terekspos sampai ke anak dan cucu kita, mau dibawa ke mana bangsa ini ke depan. Apalagi berdasarkan data WHO, satu di antara tujuh anak usia 14-19 tahun, didapati menggunakan OOT,” ungkapnya.

BPOM menilai Kepulauan Riau menjadi salah satu daerah rawan penyalahgunaan dan penyebaran OOT karena memiliki jalur laut yang terbuka.

Taruna berharap aksi nasional tersebut dapat menjadi langkah bersama untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan obat tertentu.

“Mudah-mudahan melalui kegiatan ini, kita dapat melawan penyalahgunaan OOT untuk menyelamatkan generasi bangsa Indonesia,” ujarnya.

Kemendukbangga Libatkan Program Remaja

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menyatakan pihaknya siap berkolaborasi dengan BPOM dan pemerintah daerah untuk memperkuat upaya pencegahan.

“Tentu kita perlu melakukan upaya pencegahan secara rutin, terutama dari unit terkecil yaitu keluarga,” kata Isyana.

Kemendukbangga juga akan memanfaatkan sejumlah program remaja seperti bina remaja, pusat informasi dan konseling remaja, hingga forum duta genre yang memiliki sekitar 440 ribu anggota di Indonesia.

“Biasanya anak-anak remaja butuh tempat cerita dengan anak-anak seusianya, makanya berbagai program forum remaja ini diharapkan bermanfaat dalam melawan penyalahgunaan OOT di tanah air,” ucapnya.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menambahkan pemerintah daerah akan menggencarkan sosialisasi bahaya OOT di lingkungan pendidikan melalui program Kesbangpol Masuk Sekolah (Kemas).

Penulis :
Aditya Yohan