
Pantau - Restoran fine dining RIN Culinary Art menghadirkan pengalaman bersantap unik melalui perpaduan teknik kuliner Jepang dan Italia dengan bahan-bahan lokal Indonesia dalam konsep omakase yang artistik dan personal di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan.
Konsep omakase membuat pelanggan menyerahkan sepenuhnya pilihan menu kepada chef, yang kemudian menyajikan hidangan secara bertahap berdasarkan bahan terbaik, musim, dan harmoni rasa yang ingin ditampilkan.
General Manager RIN Culinary Art Ken Kuwako mengatakan restoran tersebut ingin menghadirkan pengalaman makan yang lebih intim dan penuh cerita.
“Tentu orang bisa fokus pada rasanya, tapi ketika menikmati waktu yang menyenangkan, ada banyak hal yang bisa diingat. Itu yang menurut saya menjadi keunikan kami,” ujar Ken Kuwako dalam acara intimate lunch bersama media di Jakarta Selatan, Selasa.
Ia menambahkan konsep fine dining di RIN tidak dibuat terlalu formal karena setiap hidangan diperlakukan layaknya karya seni.
“Fine dining biasanya sedikit serius, tapi chef kami lebih seperti seniman. Jadi setiap hidangan selalu punya cerita, bukan hanya fokus pada makanannya,” katanya.
Usung Konsep Omakase yang Intim dan Personal
RIN Culinary Art menghadirkan ruang makan dengan jumlah kursi terbatas dan nuansa minimalis khas Jepang untuk menciptakan suasana bersantap yang lebih tenang dan personal.
Pengunjung tidak hanya menikmati makanan, tetapi juga diajak memahami proses kreatif di balik setiap sajian yang disiapkan langsung oleh chef.
Berbeda dengan konsep omakase pada umumnya yang identik dengan wine pairing, RIN memilih menyandingkan setiap hidangan dengan teh pilihan yang telah dikurasi khusus.
Setiap jenis teh dipilih untuk memperkuat karakter rasa, aroma, dan tekstur dari makanan yang disajikan agar menciptakan harmoni rasa yang lebih utuh.
Chef Berpengalaman Gabungkan Teknik Jepang dan Italia
Chef Yohhei Sasaki yang pernah bekerja di berbagai restoran di Jepang, Singapura, hingga restoran berbintang Michelin di Italia menjadi sosok di balik kreasi menu RIN Culinary Art.
Ia memadukan teknik kuliner Jepang dan Italia dengan pemanfaatan bahan-bahan lokal Indonesia untuk menghasilkan sajian yang tidak hanya lezat, tetapi juga artistik.
Konsep tersebut menjadi daya tarik tersendiri di tengah maraknya restoran modern di Jakarta yang berlomba menghadirkan pengalaman bersantap berbeda.
- Penulis :
- Aditya Yohan





