HOME  ⁄  Lifestyle

Dokter Ingatkan Penanganan Jerawat Harus Disesuaikan dengan Tingkat Keparahan dan Kondisi Kulit

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Dokter Ingatkan Penanganan Jerawat Harus Disesuaikan dengan Tingkat Keparahan dan Kondisi Kulit
Foto: (Sumber : Penerapan teknologi laser Aviclear kepada pasien. (ANTARA/HO).)

Pantau - Dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika dr. Deasy Lius mengingatkan bahwa penanganan jerawat harus disesuaikan dengan tingkat keparahan serta kondisi kulit masing-masing pasien agar hasil terapi lebih optimal dan risiko efek samping dapat diminimalkan.

Menurut Deasy, jerawat merupakan masalah kulit yang umum dialami remaja maupun orang dewasa dan dapat dipicu oleh produksi minyak berlebih, penyumbatan pori-pori, pertumbuhan bakteri, peradangan, perubahan hormon, stres, pola hidup, penggunaan produk perawatan yang tidak sesuai, hingga faktor genetik.

“Seringkali masalah jerawat itu kambuh, hilang dan timbul kembali,” ungkapnya.

Terapi Disesuaikan dengan Kondisi Pasien

Deasy menjelaskan penanganan jerawat umumnya dilakukan melalui kombinasi produk perawatan kulit, obat oles, antibiotik, hingga obat oral yang diberikan berdasarkan tingkat keparahan jerawat dan hasil pemeriksaan dokter.

Pada kasus jerawat sedang hingga berat, penggunaan obat oral dapat menjadi salah satu pilihan terapi.

“Sebagai dokter kami tentu mempertimbangkan manfaat dan risiko dari setiap terapi yang diberikan,” ujarnya.

Ia menegaskan penggunaan obat oral harus berada di bawah pengawasan dokter karena berpotensi menimbulkan efek samping dan memerlukan pemantauan berkala.

Teknologi Laser Jadi Alternatif Penanganan

Selain terapi berbasis obat, perkembangan teknologi dermatologi menghadirkan alternatif penanganan jerawat melalui prosedur berbasis energi, termasuk teknologi laser Aviclear.

Teknologi tersebut menggunakan laser dengan panjang gelombang 1.726 nanometer yang dirancang untuk menargetkan kelenjar sebasea atau penghasil minyak tanpa merusak permukaan kulit.

Menurut Deasy, teknologi laser dapat membantu mengontrol produksi sebum sehingga risiko munculnya jerawat baru dapat ditekan.

Ia menambahkan pemilihan terapi harus mempertimbangkan usia, jenis kulit, tingkat sensitivitas kulit, serta tingkat keparahan jerawat agar hasil yang diperoleh lebih maksimal.

Dokter Anjurkan Pola Hidup Sehat

Selain menjalani terapi medis, masyarakat dianjurkan menjaga kebersihan wajah, menggunakan produk perawatan yang sesuai, menghindari kebiasaan memencet jerawat, dan menerapkan pola hidup sehat.

Deasy mengatakan tujuan utama penanganan jerawat bukan hanya mengatasi lesi aktif, tetapi juga mencegah kekambuhan dan meminimalkan terbentuknya bekas jerawat.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat yang mengalami jerawat menetap atau semakin parah untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit guna mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf