HOME  ⁄  Lifestyle

Observatorium Bosscha Siapkan Pembukaan Kembali Kunjungan Umum, Tur Malam Masih Dikaji

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Observatorium Bosscha Siapkan Pembukaan Kembali Kunjungan Umum, Tur Malam Masih Dikaji
Foto: (Sumber: Observatorium Bosscha yang belum dapat dibuka untuk umum, di Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat. ANTARA/Ilham Nugraha.)

Pantau - Observatorium Bosscha yang dikelola Institut Teknologi Bandung (ITB) masih melakukan persiapan sebelum kembali membuka program kunjungan bagi masyarakat umum, dengan target penyelesaian paling cepat pada Juni atau Juli 2026.

Peneliti Observatorium Bosscha, Yatny Yulianty, mengatakan pengelola saat ini fokus menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung agar program kunjungan dapat berjalan dengan aman dan nyaman.

“Sedang dalam persiapan untuk program kunjungan bagi masyarakat umum. Persiapan yang kita lakukan bertahap, terutama infrastruktur penunjang,” ujar Yatny.

Menurutnya, peningkatan infrastruktur, penyiapan fasilitas kunjungan, serta kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus utama dalam proses persiapan tersebut.

Yatny menjelaskan kapasitas dan daya dukung yang tersedia saat ini belum memadai untuk menerima pengunjung dalam jumlah besar.

Pertimbangan utama yang menjadi perhatian pengelola adalah kenyamanan dan keamanan pengunjung saat berada di kawasan observatorium.

Meski belum dibuka untuk masyarakat umum, Observatorium Bosscha masih melayani program kunjungan edukasi bagi rombongan sekolah dengan jumlah peserta terbatas.

Program tersebut dilaksanakan setiap hari Selasa dan Kamis.

Kunjungan dibagi dalam dua sesi, yaitu pukul 09.00–11.00 WIB dan pukul 13.00–15.00 WIB.

Pembatasan jumlah peserta dilakukan agar kegiatan edukasi dapat berlangsung lebih efektif dan nyaman bagi pengunjung.

Menurut pengelola, keterbatasan SDM juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jadwal pembukaan kembali kunjungan umum.

Selain mengelola observatorium, tenaga yang tersedia juga menjalankan berbagai program dan kegiatan lainnya.

Selain mempersiapkan pembukaan kunjungan umum, pengelola juga tengah mengkaji kemungkinan menghadirkan program wisata astronomi pada malam hari.

Program tersebut direncanakan berupa tur malam yang memungkinkan pengunjung melakukan pengamatan langsung terhadap benda-benda langit.

Namun, rencana tersebut masih berada dalam tahap kajian dan belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

Yatny mengatakan sejumlah faktor harus dipastikan terlebih dahulu sebelum program tur malam dapat dijalankan.

Faktor tersebut meliputi kesiapan fasilitas pendukung, kondisi cuaca, serta tingkat kecerahan langit yang mendukung aktivitas pengamatan astronomi.

“Tur malam belum bisa juga, karena cuaca berpengaruh. Kita melihat dulu bagaimana peluang langitnya agar cerah supaya mendukung pelaksanaan tur di malam hari. Intinya semua situasional,” ungkap Yatny.

Observatorium Bosscha merupakan salah satu pusat penelitian astronomi tertua dan paling dikenal di Indonesia.

Pembukaan kembali kunjungan umum diharapkan dapat meningkatkan edukasi astronomi bagi masyarakat serta memperkenalkan ilmu astronomi kepada generasi muda.

Selain itu, program tersebut juga diharapkan menjadi salah satu pilihan wisata edukatif di Kabupaten Bandung Barat.

Penulis :
Gerry Eka