billboard mobile
HOME  ⁄  Lifestyle

Dokter RSUI Ingatkan Nyeri Pinggang Menjalar ke Kaki Bisa Jadi Tanda Saraf Terjepit

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Dokter RSUI Ingatkan Nyeri Pinggang Menjalar ke Kaki Bisa Jadi Tanda Saraf Terjepit
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Nyeri punggung. (ANTARA/HO-freepik.com))

Pantau - Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dr. Latsarizul Alfariq Senja Belantara mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai nyeri pinggang yang menjalar hingga ke kaki atau kedua tungkai karena dapat menjadi tanda adanya gangguan saraf pada tulang belakang.

Menurut Alfariq, gejala nyeri yang menyebar dari area pinggang menuju kaki tidak hanya berkaitan dengan masalah tulang atau bantalan tulang belakang, tetapi juga dapat menunjukkan adanya saraf yang terjepit.

"Karena apabila nyeri itu menjalar ke kedua tungkai, kemungkinan besar sarafnya juga terjepit tidak hanya di pinggangnya saja yang bermasalah," ungkapnya.

Risiko Gangguan Saraf hingga Kelumpuhan

Alfariq menjelaskan saraf yang terjepit dapat mengganggu fungsi saraf secara bertahap, mulai dari menurunnya kemampuan gerak hingga risiko paling serius berupa kelumpuhan.

Ia juga mengingatkan bahwa nyeri yang sangat berat dan tidak kunjung membaik meski sudah beristirahat perlu segera mendapatkan perhatian medis.

"Apabila saraf itu terjepit yang dikhawatirkan adalah kerusakan dari fungsi saraf itu sendiri, di mana tidak hanya bermula dari nyeri di kedua tungkainya, tapi juga mungkin terburuknya bisa terjadi kelumpuhan," ujarnya.

Alfariq menerangkan nyeri pada area pinggang atau punggung bagian bawah dikenal dengan istilah low back pain yang berbeda dengan cedera tulang belakang secara umum.

Segera Periksa Jika Nyeri Berlanjut

Untuk penanganan awal low back pain, pasien disarankan mengurangi atau menghentikan gerakan yang memicu rasa nyeri dan mempertahankan posisi tubuh yang paling nyaman.

Penggunaan obat pereda nyeri juga dapat membantu meredakan keluhan sementara waktu.

Namun, jika nyeri terus berlanjut, pasien dianjurkan segera berkonsultasi dengan dokter ortopedi untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Pada kasus cedera tulang belakang akibat benturan, kecelakaan, atau aktivitas olahraga, pemeriksaan medis harus dilakukan sesegera mungkin guna memastikan tidak terjadi patah tulang yang dapat memengaruhi fungsi saraf.

"Di mana itu akan dipastikan dahulu, yang kita sangat takutkan apabila terjadi patah tulang di bagian tulang belakang sehingga mempengaruhi fungsi sarafnya dan itu suatu bentuk kegawatdaruratan di bidang tulang belakang," kata Alfariq.

Penulis :
Aditya Yohan
Kemenkeu 2026