
Pantau - Pemerintah Provinsi Papua menilai kerja sama layanan kesehatan dengan Papua Nugini berpotensi membuka pengembangan hospital tourism atau wisata medis yang dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Peluang tersebut muncul setelah adanya ketertarikan Pemerintah Papua Nugini terhadap fasilitas kesehatan yang tersedia di Papua, termasuk RSUP Jayapura dan RSUD Dok II, yang sebelumnya telah dikunjungi oleh perwakilan pemerintah negara tetangga tersebut.
Asisten Bidang Administrasi dan Umum Sekretaris Daerah Papua, Suzana Wanggai, mengatakan kerja sama kesehatan lintas batas itu merupakan peluang strategis yang perlu dipersiapkan secara matang oleh berbagai pihak terkait.
Ia mengungkapkan, "Untuk itu kami berharap kerja sama kesehatan lintas batas tersebut dapat segera ditindaklanjuti sehingga memberikan manfaat bagi kedua wilayah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat."
Respons Positif Papua Nugini terhadap Fasilitas Kesehatan Papua
Menurut Suzana, kunjungan Pemerintah Papua Nugini ke sejumlah fasilitas kesehatan di Papua beberapa waktu lalu menunjukkan hasil yang positif.
Pemerintah Papua Nugini memberikan respons positif terhadap fasilitas kesehatan yang tersedia serta kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien.
Respons tersebut dinilai membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang kesehatan antara Papua dan Papua Nugini pada masa mendatang.
Suzana mengatakan pihaknya bersama instansi terkait akan terus melakukan pembenahan untuk mendukung kesiapan layanan kesehatan lintas negara.
Ia mengungkapkan, "Karena itu, kami bersama instansi terkait akan terus melakukan berbagai pembenahan guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi pasien dari luar negeri, termasuk menyiapkan aspek pendukung lainnya."
Pembenahan yang dilakukan meliputi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, persiapan fasilitas pendukung bagi pasien luar negeri, serta penguatan kesiapan layanan kesehatan lintas negara.
Wisata Medis Dinilai Mampu Menggerakkan Ekonomi Masyarakat
Suzana menilai pengembangan wisata medis tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga berpotensi menciptakan efek ekonomi berantai bagi masyarakat Papua.
Menurut dia, pasien yang datang dari Papua Nugini umumnya akan didampingi anggota keluarga selama menjalani pengobatan di Papua.
Ia mengungkapkan, "Pasien yang datang dari Papua Nugini umumnya akan didampingi anggota keluarga sehingga membutuhkan berbagai layanan, seperti transportasi, penginapan, makanan dan kebutuhan lainnya selama berada di Papua."
Kehadiran pasien dan keluarga pendamping diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan terhadap layanan transportasi, penginapan, makanan dan minuman, serta berbagai kebutuhan harian lainnya.
Kondisi tersebut berpotensi menggerakkan berbagai sektor usaha masyarakat, mulai dari usaha kecil dan menengah, jasa transportasi, sektor perhotelan, hingga usaha kuliner.
Suzana mengatakan pengelolaan yang baik akan memperkuat posisi Papua sebagai pusat layanan kesehatan di kawasan perbatasan Indonesia dan Papua Nugini.
Ia mengungkapkan, “Jika dikelola dengan baik, pengembangan hospital tourism dapat memperkuat posisi Papua sebagai pusat layanan kesehatan di kawasan perbatasan Indonesia dan Papua Nugini.”
- Penulis :
- Leon Weldrick








